Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Jadi ‘Sorotan’ Dunia, 110 Relawan Bersih – Bersih Bromo

Apa  yang dilakukan oleh masyarakat Tengger, lautan pasir Gunung Bromo di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura perlu diacungi jempol. Bersama, relawan pencinta Gunung Bromo yang tergabung dalam Bromo Lovers bersih-bersih sampah di lautan pasir Gunung Bromo, yang merupakan pekerjaan rutin sekaligus cerminan dari Indonesia Bersih.

Dari aksi yang dipelopori oleh para relawan dari berbagai komunitas pecinta lingkungan ini, ratusan kantong sampah berhasil dikumpulkan oleh komunitas Bromo Lovers.

Seperti yang terlansir di kumparan.com, Ketua Bromo Lovers, Teguh Wibowo menegaskan, bahwa sekitar 110 relawan ikut bersih-bersih Bromo. Selain para pencinta alam dari empat daerah (Probolinggo, Lumajang, Pasuruan dan Malang), TNBTS, PVMBG dan beberapa komunitas serta pelajar ikut terlibat dalam kegiatan tersebut Rabu (12/7).

Menurut Ia, rata-rata jenis sampah yang menumpuk di Bromo adalah plastik pembungkus makanan. Karena tidak dapat terurai, sampah-sampah tersebut amat mengganggu pemandangan. Selain itu, sampah non-organik sangat berbahaya bagi keberlanjutan ekosistem kawasan Gunung Bromo.

Rute pembersihan sampah dimulai dari visitor centre. Setelah dibrifing, seluruh peserta berjalan menuju kaldera. Sampah yang paling dekat harus diambil dan dimasukkan ke kantong plastik. Seluruh sampah kemudian diangkut menuju pick up untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian teman-teman terhadap lingkungan. Kami pasti terbantu karena mereka yang berada di garis depan dalam menjaga kelestarian lingkungan,’’ puji Camat Sukapura Yulius Christian.

Bahkan salah satu wisatawan asing asal Kanada sempat membandingkan kondisi sebuah destinasi alam di eropa atau negara lainnya, jauh lebih mendapat perhatian untuk kebersihannya. Kawasan wisata setenar Bromo minim tempat sampah. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan di negara luar. Kondisi ini semakin parah pasca ritual Yadnya Kasada yang dihadiri ribuan warga dan wisatawan. Sampah-sampah organik dan non-organik bertebaran dimana di seputaran Bromo yang telah mendunia ini. [Ar/dbs]


Sumber foto: Wartabromo 

0
0
28
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan