Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Indonesia Bangga! Mahasiswa ITB Ciptakan Inkubator Jinjing

Dunia medis kembali dipenuhi inovasi karya anak bangsa. Adalah kelompok mahasiswa Institute Teknologi Bandung, yaitu Amanda Putri, Amin Yahya, Ismail Faruqi, Isra Ramadhani, dan Dzatia Muti menawarkan sebuah solusi untuk permasalah sosial. Diketahui bahwa Indonesia termasuk negara yang rawan bencana, baik bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, atau banjir. Proses evakuasi untuk korban-korban bayi acapkali tidak memperhatikan aspek sensitif, sehingga sekitar setengah dari total jumlah korban pasca bencana adalah bayi. Peka akan permasalahan tersebut, Amanda dan kawan-kawan menciptakan inkubator berbentuk tas gendong.


Bila biasanya inkubator konvensional membutuhkan suplai listrik, inkubator mahasiswa Bandung ini memanfaatkan material tertentu sebagai elemen penghangat sehingga tak membutuhkan listrik terus menerus dan bisa dibawa kemanapun.


Melansir dari laman ITB, inkubator jinjing tersebut dilengkapi dengan penyaring udara yang memanfaatkan membran berpori 50 nanometer. Hal tersebut mampu menyaring partikel berbahaya, bahkan bakteri sekalipun.


Bicara desain, inkubator ini sendiri disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas yang tinggi untuk keperluan evakuasi di medan bencana serta pasca bencana. Dengan demikian, inkubator untuk evakuasi bayi bisa mudah dibawa serta digunakan oleh pihak rumah sakit maupun individu.


"Untuk masalah harga, inkubator kami jauh lebih ekonomis. Jika inkubator konvensional memiliki kisaran harga diatas Rp50 juta, harga inkubator kami hanya seperlimapuluhnya," terang Amanda.


Amanda dan timnya berharap inovasi cerminan Indonesia Mandiri ini bisa menekan jumlah korban bayi saat bencana dan pasca bencana.[An]


0
0
32
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan