Hak Cipta © 2015-2018 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Gigih Berwirausaha, Sriyadi Sukes Jadi juragan Arwana

Berangkat dari hobinya memelihara ikan Arwana pada 2001, Pria asal Prambanan, Klaten, Jawa Tengah ini, kini sukses menjadi bos ikan arwana dengan label usaha PT Arwana Citra Ikan Hias Indonesia.

Jiwa wirausaha dan Indonesia mandiri seakan sudah tertanam dalam diri Sriyadi. Sebelum menekuni dunia usha, Sriyadi sempat bekerja di beberapa perusahaan dari tahun 1996 hingga 2001, Karena baginya bekerja di bawah kepemimpinan orang lain terkadang membuatnya tak sreg, Akhirnya ia melakoni beberapa bisnis sampingan sembari bekerja, yang tentunya juga sebagai penambah pemasukan.

Seperti diberitakan dari dari Netralnews.com, adapun sederet bisnis sampingan yang pernah ditekuni Sriyadi antara lain, budidaya itik, apotik, hingga jual beli mobil. Sayang, bisnis sampingan itu berujung pahit alias gagal. 

"Pas bisnis jual beli mobil, pasokan mobil bekas gak stabil. Terus pas apotik, kompetitornya banyak. Yang parahnya lagi, waktu usaha itik, rugi Rp 200 juta," kenangnya.

Sempat mengalami kegagalan hingga merugi ratusan juta Rupiah, rupanya tak membuat Sriyadi menghentikan sepak terjangnya di dunia wirausaha. Setelah resign dari tempat kerjanya, di tahun 2003, Sriyadi fokus menggeluti usaha berbasis arwana, dengan nama Arwana Citra Ikan Hias Indonesia sebagai brand usaha.

 

Diungkakan Sriyadi, bisnis tersebut dipilih lantaran masih sedikitnya kompetitor sehingga persaingannya tidak terlalu ketat. Dari tiga kategori usaha dibidang ikan arwana yakni penangkaan, pembesaran, dan trading, pembesaranlah yang menjadi pilihannya.

 

Alasannya sederhana, usaha pembesaran tidak terlalu banyak memerlukan modal. "Kalau dimulai dengan penangkaran, modalnya terlalu besar," kata pria murah senyum ini.

Sriyadi pun mulai membeli ratusan arwana dengan ukuran sedang secara bertahap, yang kemudian dibesarkan di kediamannya yang berada di Komplek DPR, Joglo-Jakarta Barat. Setelah memiliki ukuran ideal, arwana hasil pembesarannya dipasarkan kepada khalayak dengan harga bervariasi.

Meski sudah bisa meraup untung dari hasil pembesaran arwana, Sriyadi tak cepat puas. Setelah 5 tahun berjalan, Ia pun mengalihkan lokasi penjualan arwananya ke Jl. Nilam II No. 75, Cibubur-Bekasi pada tahun 2008. Diungkapkan Sriyadi, pengalihan lokasi tersebut, dilatarbelakangi karena lahan yang kurang luas untuk membudidayakan arwana.  

"Waktu proses pembesaran saya juga nyoba membudidayakan arwana, namun engga berhasil karena tempatnya yang kurang luas. Sempat arwananya mengerami telurnya, tapi akhirnya mati semua," kenang Sriyadi sambil tertawa.

Seiring berjalannya waktu, Sriyadi pun sukses membudidayakan arwana, khususnya jenis Super Red yang dikenal memiliki nilai jual tinggi. Tak tanggung-tanggung, ratusan arwana super red sukses dihasilkan oleh Sriyadi. Setidaknya dalam setahun, Sriyadi bisa menjual 600 ekor arwana super red, dengan omset mencapai Rp 3 milyar. Tak heran jika Sriyadi disebut sebagai salah satu juragan arwana, khususnya di kawasan Cibubur.

"Di sini, tersedia berbagai ukuran arwana super red. Mulai dari ukuran 10-12 cm, 20 cm, hingga 30 cm. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp 3,5 juta sampai 7,5 juta per ekor," tutup Sriyadi. [Is]

Sumber: Netralnews.com


0
0
82
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan