Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Faisal Rusdi : Pelukis Difabel Indonesia Ini Sukses Raih Mimpinya Di Australia

Keterbatasan tak menjadi halangan untuk berkarya. Itulah Faisal Rusdi, seniman asal Indonesia yang berhasil mewujudkan mimpinya melalui galeri pameran tunggal bertajuk “Colour of the Journey” 20 November – 3 Desember 2017 di West Torrent Auditorium Gallery, Australia.

Faisal Rusdi adalah seniman difabel yang menggunakan mulut untuk menghasilkan karya-karya seni.  Salah satu sosok cerminan Indonesia mandiri yang memiliki integritas dan etos kerja yang tinggi ini, mengaku pameran tunggal “Colour of the Journey” memang menjadi salah satu mimpinya.

Karya lukisan Faisal dipenuhi dengan warna-warni yang merepresentasikan kehidupan dan perjalanan hidupnya yang terus berkarya. Musim dingin yang lalu, sekitar Juni, Faisal Rusdi, pelukis difabel asal Bandung ini harus menyelesaikan 19 lukisan untuk pameran tunggalnya.

Saya melukisnya hampir setiap hari dari pukul delapan pagi hingga menjelang malam, dengan hanya beristirahat untuk makan dan shalat," ujar Faisal saat dihubungi Erwin Renaldi dari ABC Melbourne.

Faisal mengaku hanya memiliki waktu kurang dari empat bulan untuk menggelar pameran tunggal, yang pertama kali dalam hidupnya, di galeri yang berada di balai kota City of West Torrens, tak jauh dari pusat kota Adelaide.

"Tawaran ini menjadi berarti bagi saya karena pada awalnya saya ke Adelaide sempat diragukan dengan kondisi saya sebagai difabel."

Faisal lahir dengan kondisi celebral palsy, yang menyebabkan tangan dan kakinya tidak berfungsi. Ia sudah hampir 2 tahun tinggal di Adelaide, menemani istirnya Cucu Saidah yang juga difabel yang sedang menempuh jenjang S2 bidang Kebijakan Publik di Flinders University.

"Waktu saya mengajukan visa karena memiliki disabilitas saya sempat disuruh membuat proposal apa yang akan dilakukan di Australia, mungkin takut dianggap merepotkan negara karena saya tidak bisa membawa asisten pribadi."

Faisal berhasil membuktikannya. Sejak 13 November lalu, 21 hasil karya yang mengambarkan pengalaman-pengalamannya sudah dipamerkan di West Torrens Auditorium Gallery dengan judul Colour of The Journey.

Pameran yang hanya menampilkan hasil karyanya ini menjadi jawaban atas harapan dan cita-citanya sejak lama, yang bahkan belum pernah terwujud saat ia tinggal di Indonesia. "Saya menggunakan teknik titik-titik dengan menggunakan bahan kanvas dan cat minyak," jelasnya.

Faisal mengaku untuk menggelar pameran tunggal di Australia adalah hal yang sebenarnya cukup sulit, karena galeri-galeri di Australia lebih mengutamakan seniman-seniman lokal.

"Saat kami pindah kontrakan, kami bertemu dengan pemilik rumah yang kebetulan juga pelukis. Saya langsung saja menanyakan bagaimana cara menggelar pameran tunggal."

Keberanian Faisal untuk mengungkapkan keinginannya, langsung disambut baik oleh sang pemilik rumah.

Kebetulan ia memiliki hubungan dengan pihak galeri di City of West Torrens, karena pernah beberapa kali menggelar pameran disana.

"Pihak galeri kemudian menghubungi saya, permintaan saya disetujui, saya disediakan galeri untuk pameran tunggal, disedikan katalog, mereka juga yang melakukan semua publikasi, semua tanpa dipungut bayaran."

Lukisan-lukisan Faisal yang dipamerkan pun dijual dengan kisaran harga $500 hingga $2.000, sekitar Rp 5 juta dan Rp 20 juta.

Nah, bagi Anda yang kebetulan berada di Australia, bisa mengunjungi Faisal Rusdi di West Torrent Auditorium Gallery. [Ar/dbs]

 (Sumber foto : Koleksi Pribadi/ABC Australia)

 

0
0
3
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan