Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Dokter Inspiratif Asal Malang, Kembangkan Klinik Asuransi Sampah

Gamal Albinsaid, Dokter  Muda dari Malang yang mengabdikan diri pada sampah ini, mengembangkan Klinik Asuransi Sampah, di mana masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan dengan cara menukarkan sampah. Dalam arti, masyarakat tak perlu bayar pakai uang, tetapi bisa dengan sampah kering yang dapat didaur ulang.

 

Berkat gagasannya tersebut, yang berpegang teguh terhadap nilai-nilai revolusi mental, dengan etos kerja yang tinggi, ia mendapat undangan dari berbagai pimpinan negara. Sebut saja pangeran Charles hingga Presiden Rusia Vladimir Putin. Selain itu, Gamal berhasil raih penghargaan "The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur" yang diterimanya langsung di Istana Buckingham dan diserakan oleh Pangeran Charles. Penghargaan yang digelar oleh Unilever dan Universitas Cambridge ini, merupakan satu bentuk apresiasi terhadap entrepreneur muda yang peduli bidang sumberdaya berkelanjutan, ia menyisihkan 511 peserta entrepreneur dari 90 negara.

 

Klinik Asuransi Sampah di kota Malang ini, awalnya dikembangkan Gamal pada 2010. “Saya dan teman-teman membuat proyek asuransi sampah ini karena di Indonesia masih banyak orang yang tidak bisa mendapat akses layanan kesehatan,” ujarnya.

 

Berlatar belakang yang menginspirasi Gamal, yang kala itu tengah mengenyam pendidikan kedokteran di Universitas Brawijaya ini, adalah kasus yang terjadi di jakarta pada 2005. Saat itu, seorangt balita tiga tahun bernama Khairunnisa meninggal karena ayahnya yang seorang pemulung tak mampu membawakan berobat.

 

Bersama Indonesia medika yang didirikan, ia mengajak kader posyandu, PKK, dan warga untuk bergabung dalam program Klinik Asuransi Sampah. Warga, diajak mengumpulkan sampah dan menyetorkan sampah senilai Rp 10 ribu per bulan untuk mendapatkan berbagai fasilitas kesehatan. Target utamanya, adalah warga kurang mampu yang sebelumnya susah mengakses layanan kesehatan.


Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian diolah, sampah organik menjadi pupuk sementara inorganik dijual pada pengepul. Uang yang terkumpul, masuk dalam kas Dana Sehat yang digunakan untuk pelayanan kesehatan secara menyeluruh, meliputi tindakan promotif (meningkatkan kesehatan, pencegahan, pengobatan hingga rehabilitasi).

 

Meski sempat tutup setelah berjalan enam bulan, lima klinik dengan sistem asuransi sampah ini akhirnya berjalan stabil sejak dibuka kembali pada Maret 2013, bahkan berhasil mengajak 88 relawan, 15 dokter dan 12 perawat untuk bergabung.

 

Gamal yang juga pendiri dan CEO dari Indonesia Medika ini menyebutkan, sejak kecil ia memang telah bercita-cita terjun ke bidang kedokteran. “Sejak kecil kalau ditanya cita-citanya mau jadi apa, saya jawab dokter spesialis anak, karena suka sama anak kecil,” katanya. [Is]

 

Sumber foto: Beritagar.id

0
0
11
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan