Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
DILo Hackathon Festival 2017, Kembangkan Ekosistem Startup Digital di Indonesia

Dengan pesatnya perkembangan industri kreatif, generasi muda semakin dituntut memacu keahlian dan keterampilan agar dapat memenuhi permintaan pasar SDM. Selain itu, mereka juga harus selalu berkreasi untuk menjadikan industri ini salah satu bisnis yang paling menguntungkan di Indonesia.

Sejalan dengan program gerakan Indonesia Mandiri  dari nilai-nilai revolusi mental, Digital Innovation Lounge (DILo) menggelar sebuah kompetisi bagi para developer digital Indonesia, yakni DILo Hackathon Festival 2017, dalam rangka menumbuhkkan ekosistem startup digital di Indonesia.

Dalam acara Hackathon ini, DILo mengajak para pemuda-pemudi di Indonesia yang memiliki kemampuan dalam membuat program untuk menunjukkan kebolehannya. Mereka ditantang untuk bisa menyelesaikan sebuah masalah melalui aplikasi digital dalam waktu 24 jam non-stop.

Senior Manager Open Innovation Management Telkom Indonesia, Dinoor Susatijo mengatakan, kegiatan yang digelar bersama DILo ini untuk membangun, membina dan mengembangkan talenta-talenta di dunia digital.

"Hal ini sejalan sebagaimana yang dicanangkan Bapak Presiden Joko Widodo, kita harus maju dengan ekonomi digital," kata Dinoor Susatijo.

Even yang memasuki edisi ketigi ini, dilaksanakan di 10 kota secara serentak. Yakni Aceh, Solo Tanggerang Selatan,  Balikpapan, Denpasar, Bandung, Yogyakarta, Bogor, medan dan Malang.

Di setiap kota rata-rata diikuti oleh 20 tim yang beranggotakan 3 orang. Sehingga setidaknya dalam 24 jam ini akan ada 200 aplikasi tercipta lewat 600 anak muda Indonesia. Dari puluhan aplikasi tersebut nantinya akan dipilih 3 aplikasi dari 3 tim terbaik dari masing-masing Kota yang akan kembali di seleksi untuk diikutsertakan di dalam kegiatan Exhibition Indigo Day.

DILo Hackathon Festival 2017, memiliki tujuan untuk, eksplorasi isu-isu yang dihadapi dan Solving Problem Indonesia, encourage dunia digital creative Indonesia, membangun experience yang lebih baik & efektif bagi masyarakat Indonesia secara luas serta menumbuhkan perekonomian Nasional, dan Ciptakan inovasi Disruptif.

Salah satu pihak juri, co-founder komunitas startup asal Malang, Stasion, Amar Alpabet mengungkapkan, bahwa hackhaton ini akan menjadi momen bagi para ahli koding muda untuk menunjukkan kemampuannya.

"Hackathon ini menjadi trigger apresiasi dan show off bagi apa yang bisa dilakukan kawan-kawan. Jadi ini penting untuk menunjukkan siapa saja pelaku industri digital di sini," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan adanya even seperti ini, ia berharap para ahli koding yang datang dari berbagai kota di sekitar Malang akan bisa menghasilkan aplikasi yang solutif. Sehingga aplikasi yang dibuat tidak sekadar konsep tetapi bisa langsung dipakai.

"Dibandingkan sebelumnya, para peserta kali ini bukanlah orang-orang kemarin sore yang sekadar mencoba-coba. Ini akan menjadi keunggulan tersendiri karena akan bisa menjadi prototype produk yang bisa dibawa ke tingkat nasional," tandasnya. [Is]

Sumber foto: https://www.goodnewsfromindonesia.id

0
0
9
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan