Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Barawal Jaga Warung Kopi Milik Orang Tua, Rahma Kini Dikenal Pengusaha Dunia

Ada pepatah 'Di mana ada kemauan, pasti di situ ada jalan' atau ungkapan Arab 'Man jadda wa jada' yang artinya 'Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil.

Rahmah seorang wanita yang hanya tamatan bangku SMA dan dulu ketika masih gadis hanya membantu keluarganya menjalankan usaha warung kopi sederhana di Takengon, Aceh Tengah. Siapa duga kini dirinya telah menjadi eksportir kopi Gayo terbesar yang sangat dikenal oleh para pengusaha kopi dunia.

Keberhasilan Rahma mengenalkan kopi Gayo tidaklah mudah. Perempuan kelahiran 16 Oktober 1966 silam ini, memulainya dari nol besar. Berbekal doa integritas serta etos kerja yang tinggi, Rahma memulai bisnisnya pada tahun 2002. Dari menjadi petani, berjualan, pengumpul kopi dari masuk kampung keluar kampung, hingga memberanikan diri mengekspor kopi.

Guna memaksimalkan potensi daerah dan memberdayakan petani, Rahmah mendirikan Koperasi Ketiara pada tahun 2009 yang bertepatan dengan kelahiran anak ketiganya, Tiara Bambang Ginanti. Hingga 2017 ini ia berhasil mendirikan koperasi bernama Queen Ketiara yang dijadikan jalur mengirimkan kopi. Mutu Kopi Queen Ketiara adalah specialty, lebih tinggi kualitasnya.

Menariknya penambahan nama Queen dalam koperasinya dikarenakan, 90% karyawannya adalah wanita dari total jumlah karyawan yang mencapai 2.700 petani yang berada di 20 Desa yang ada di Aceh Tengah. 

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Rahma, pada saat menjadi salah satu tamu utama ‘Sang Pemenang’ sebuah topik dalam kick andy show (29/09). "Anggota Queen Ketiara 90% adalah perempuan. Saya ingin merangkul perempuan. Di Gayo ini banyak perempuan yang hanya menjadi ibu rumah tangga, saya ingin mereka bangkit. Jadi, saya minta izin kepada suami mereka agar istrinya bergabung dengan koperasi saya," paparnya.

Sebagai salah satu eksportir terbesar dunia, Rahma yang mengaku tidak mengusai bahasa Inggris ini, sering diundang di berbagai acara pameran kopi dunia diantaranya, Amerika, Kanada, Jerman, Paris, India, Hongaria, dan nantinya akan mengunjungi Finlandia pada April 2018 mendatang. Dengan mengikuti kegiatan tersebut, Rahma memiliki harapan agar dapat melebarkaan sayap bisnisnya dan lebih mengenalkan kopi Gayo dimata dunia.

Koperasi Ketiara pun telah melakukan ekspor kopi ke beberapa belahan dunia diantaranya Arab Saudi, Korea, Taiwan, Amerika. Untuk mendapatkan sertifikat ekspor, setiap tahun dilakukan audit langsung dari Jerman.

Sebuah pencapaian yang luar biasa sehingga otomatis mendulang kesuksesan numun tidak membuat Rahma angkuh. Dengan rendah hati Rahma mengaku, tak ada yang istimewa dari produk miliknya ini, hanya ia berani mencoba untuk lebih maju dengan melakukan ekspor serta kunci kesuksesan adalah berusaha, berani, dan jujur.

“Saya banyak berdoa karena yakin janji Allah itu pasti, serta berusaha, berani, jujur Insha Allah berhasil,” pungkasnya. [Ar]

Sumber foto: lintasgayo.co

0
0
23
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan