Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Banyuwangi Gelar Festival Prestasi Anak Berkebutuhan Khusus

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, menggelar Festival Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di halaman Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi pada hari Kamis (2/11). Ribuan anak penyandang disabilitas hadir untuk saling menunjukkan prestasi dan kreativitas yang dimiliki dalam Festival Anak Berkebutuhan Khusus.

Kegiatan ini merupakan bentuk penyebaran nilai perubahan melalui gerakan Indonesia Melayani dalam Revolusi Mental,  dari upaya Pemkab Banyuwangi dengan integritasnya sebagai kabupaten inklusi, dalam  terus mendorong berbagai kegiatan yang memfasilitasi kiprah para penyandang disabilitas. Sebab anak-anak disabilitas juga memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat membuka Festival Berkebutuhan Khusus ini dengan facetime menyampaikan, "Semoga ini menjadi media dan motivasi bagi anak berkebutuhan khusus. Agar mereka punya media untuk mengembangkan minat dan bakatnya," ujarnya.

Dalam festival ini diikuti oleh 1000 anak dari 117 lembaga pendidikan inklusi di Banyuwangi. Ada anak yang menyandang tuna netra, tuna grahita, tuna wicara, autis dan lainnya.

Berbagai kreativitas secara individu maupun tim ditampilkan dengan maksimal. Ada yang membawakan dongeng, puisi, aksi teatrikal, kesenian barong, musik dan masih banyak lagi.

“Saya tegaskan lewat festival ini, ayo semuanya, kita tanamkan paradigma bahwa anak-anak ini tidak harus dikasihani, tapi harus mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama. Di sini mereka bisa menujukkan hal tersebut, dan masyarakat bisa menyaksikan kemampuan terbaik mereka,” imbuh Ketua Penggerak PKK Banyuwangi Ipuk Festiandani Azwar Anas yang menjadi inisiator kegiatan ini.

Sambung Anas, "Setiap hari nanti ada kegiatan di masing-masing Ruang Terbuka Hijau setiap kecamatan. Kemudian peduli anak-anak disabilitas di sekolah maupun yayasan yang ada anak-anak berkebutuhan khususnya," jelasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto menambahkan, Banyuwangi telah mempunyai Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2017 yang mewajibkan sekolah umum untuk menerima siswa berkebutuhan khusus di setiap rombongan belajar (rombel) tiap tahun.

“Minimal menerima 5 siswa di setiap rombelnya. Banyuwangi memiliki lebih dari 200 sekolah inklusif, yaitu sekolah umum yang menerima semua penyandang disabilitas. Di setiap sekolah itu kita siapkan guru dengan kualifikasi tertentu untuk mendampingi mereka, juga fasilitas-fasilitas yang aksesibel bagi mereka,” pungkasnya. [Is]

Sumber foto: https://news.detik.com

0
0
39
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan