Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Bangun Istana Belajar Untuk Anak - Anak Banten, Pemuda Desa Ini Go Internasional

Melihat tingginya angka anak tak sekolah dikarenakan minimnya akses untuk belajar, Panji Aziz Pratama pemuda (22) merintis taman bacaan di Banten sejak 2013 lalu. Memiliki jejak panjang di dunia organisasi dan gerakan sosial, Panji dapat dikatakan sebagai anak muda cerminan Indonesia mandiri. Selama lebih dari tujuh tahun, ia menjelajahi berbagai kegiatan skala daerah hingga internasional. Ia pun membagi kiprahnya pada anak-anak muda di berbagai forum di di Amerika Serikat, Swiss, serta India.

Ia lalu terpilih sebagai salah satu dari 21 anak muda se-Asia Tenggara yang dinobatkan sebagai Young Southeast Asian Leaders. Tidak hanya itu Panji juga dinobatkan sebagai salah satu dari 60 pemimpin muda dari 4000 daftar nama pemimpin muda di seluruh dunia oleh Global Changemakers pada 2016 lalu. Global Changemakers adalah organisasi independen yang lahir dari program British Council International di tahun 2007. Global Changemakers selama 9 tahun ini telah menjaring para pemimpin muda di dunia untuk disiapkan menjadi pemimpin masa depan yang berkualitas dan memiliki jiwa pembaharu perubahan untuk menciptakan dunia yang lebih baik.

Adapun 60 pemimpin muda yang telah terpilih di tahun 2016 ini berasal dari 30 negara yang rata-rata merupakan CEO & Founder di berbagai gerakan kepemudaan atau organisasi non-profit di negaranya masing-masing. Organisasi yang mereka pimpin bergerak dalam berbagai bidang seperti education, human rights, food sustainability, girl & women rights, climate change, environment, immigration/refugees and social enterpreneurship. Mereka telah memilih untuk bergerak dan memberi kontribusi pengabdian di negaranya masing-masing dalam menciptakan dunia yang lebih baik.


Pemuda yang akrab disapa Panji ini, terpilih atas inisiatifnya dalam membentuk Istana Belajar Anak Banten (Isbanban) yang bergerak untuk menciptakan akses dan kualitas pendidikan yang lebih baik di pelosok desa Banten. Saat ini Isbanban telah menggerakan 592 relawan muda untuk berbagi kepada 455 adik binaan melalui program pengajaran, setiap hari Minggu, di 8 desa yang berlokasi di 7 kabupaten/kota Provinsi Banten. Selain itu, Isbanban juga memberikan beasiswa berupa bantuan lanjut sekolah bagi anak anak di daerah 3T (terpencil, terluar dan tertinggal) di Provinsi Banten.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Rahma, pada saat menjadi salah satu tamu utama ‘Sang Pemenang’ sebuah topik dalam kick andy show (03/01). "Di 7 kabupaten/kota se-provinsi Banten, kita punya 3 program, satu peningkatan literasi demi mencegah buta huruf yakni berupa taman baca. Kedua peningkatan pengetahuan dan wawasan" imbuhnya.

Lalu yang ketiga lajut Panji, kualitas pendidikan yakni berupa pemberian beasiswa untuk anak yang mempunyai potensi namun tak mampu untuk melanjutkan pendidikan di daerah terpencil di pelosok Banten.

"Sampai saat ini kami sudah mencegah anak putus sekolah melalui motivasi siswa untuk lanjut sekolah sejak 2013. Untuk tahun ini kita juga akan melaunching projek beasiswa "Isbanban Dream Scholarship" tuturnya.

Panji bercerita, Isbanban sudah mampu memberikan beasiswa kepada 5 anak yang berasal dari keluarga buruh tani dan satu anak yang tergolong tidak mampu (dhuafa).

"Untuk tahap awal, kami membeasiswakan mereka untuk lanjut sekolah dari SD ke SMP. Di samping itu kita monitoring mereka dengan cara mentoring setiap bulan sekali dengan mengirim relawan mentor" ujar Panji.

Semangat Panji dan kawan-kawannya untuk berbagi ke sesama ternyata berbuah manis. Kini, yayasan sosial itu terus berjalan walau tanpa bantuan tangan pemerintah. Bahkan berkat semangat dan mimpinya Nepal dan India berniat meniru konsepnya. [Ar/dbs]

Sumber foto: mediaindonesia

0
0
18
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan