Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Baedowy ‘Sang Pemulung’ dengan Kemampuan Finansial yang tak Terbatas

Sebagian orang menilai sampah hanyalah barang bekas yang tak ternilai, mungkin bisa dikatakan bernilai walaupun dihargai dengan nilai yang rendah.

Namun siapa sangka. Berbekal integritas dan etos kerja yang tinggi,  pria yang memiliki nama asli Muhammad Baedowy (44) hampir 17 tahun menggeluti bisnis daur ulang sampah plastik. Dimulai dari memulung, mengolah limbah-limbah plastik, membuat jaringan kemitraan, kemudian mengekspor produknya. Hasil miliaran rupiah pun didapat dari hasil bisnis ini.

Kesuksesan Baedowy bukanlah tanpa proses yang panjang, sebelum berhasil mendirikan label C.V Majestic Buana.  Pria kelahiran kota Balikpapan ini memutuskan untuk resign dari pegawai, selain itu ia ingin mendapatkan kemampuan finansial yang tidak terbatas. Serta bisa membantu orang lain dalam menyediakan lapangan kerja.

Salah satu mantan auditor bank terkemuka di Royal Bank of Scotland ini, sempat juga mencoba peruntungan usaha menjadi penjual jangkrik hingga cacing. Akan tetapi banyak kegagalan yang ditemui dan ia tidak memperoleh keuntungan dari bisnisnya itu. Hingga akhirnya, ia pun memutuskan untuk memulai usaha yang memiliki resiko yang minim.


Dikesempatan menjadi salah satu tamu utama ‘Sang Pemenang Kehidupan’ sebuah topik dalam kick andy show (29/09), Baedowy menceritakan perjalanan hidupnya. Ayah tiga orang anak ini mengaku, sebenarnya inspirasi mengenai bisnis daur ulang sampah ia peroleh ketika melihat aktivitas pemulung mengumpulkan sampah. Tanpa malu ia ikut mengumpulkan sampah-sampah botol plastik. Botol-botol plastik tersebut dipilh-pilah berdasarkan warna serta jenisnya kemudian dicacah lalu dijual. Aktivitas tersebut ia jalani tiap hari.

“Saya aktivitas pemulung, dari situlah saya kemudian mempunyai ide untuk membuka usaha daur ulang sampah. Apabila dibandingkan usaha makanan kalau tidak laku kan bisa basi. Usaha buah-buahan kalo gak laku ya busuk, kalo beternak sih resikonya bisa mati. Nah, kalau sampah kan gak ada resikonya, ” ujar dia.

Hal yang menarik lagi saat Baedowy bercerita. Sekian lama Ia bergelut dengan mesin - mesin usang, dari situ ia belajar dan menemukan cara memperbaiki dan membuat mesin sendiri. “Mau beli, enggak punya uang. Mau minta bantuan orang, mereka enggak bisa betulin. Lalu kreatifitaslah yang menuntun saya, belajar dari pengalaman dan komunikasi sosial di lapangan,” paparnya.

Boleh dibilang mesinnya memiliki keunggulan dibandingkan mesin-mesin buatan orang lain. Semua mesin yang ada di pabrik CV Majestik Buana Group merupakan desain dari inovasinya sendiri. Mesin-mesin buatannya ini sudah tersebar di berbagai pelosok tanah air. Puluhan mitra Baedowy telah menikmati inovasinya. Bijih plastik hasil olahannya diekspor, terutama ke Cina sejak 2003.

Sungguh merik bukan? Selain mampu memberikan lapangan pekerjaan yang berguna bagi masyarakat. Kegiatan daur ulang pun mampu mengurangi sampah yang berserakan sekaligus, membantu mewujutkan Indonesia Bersih. [Ar]

Sumber Foto: twitter.KickAndyShow 

0
0
30
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan