Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Kelompok Mahasiswa ini kembangkan Alat Pendeteksi TBC

Tubercolosis (TBC) merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Tahun ini, penderita TBC menginjak  angka ketiga  terbanyak di dunia. Fenomena tersebut membuat enam mahasiswa pascasarjana berinisiatif untuk menciptakan alat yang bernama Tuberculosis Detect and Care atau TBDe Care. Selain ekonomis alat tersebut digadang-gadang memiliki tingkat akurasi tinggi yang mencapai 90 persen.

Keenam mahasiswa yang tergabung dalam Tim Garuda  45, itu juga mendapat beasiswa khusus dari Presiden Joko Widodo untuk menempuh pendidikan di Skotlandia dan Inggris.

TBDe Care dapat diintegrasikan dengan sistem teknologi informasi yang tersedia, sehingga teknik ini dapat dengan mudah diimplementasikan di negera-negara berkembang," kata Ketua Tim Garuda 45, Dewi Nur Aisyah, seperti yang dikutip di Kompas.com,  Jumat (29/9).

Alat pendeteksi TBC otomatis ini mengedepankan prinsip diagnosis yang sangat efektif dan pencitraan digital sehingga dapat mengurangi human error serta meningkatkan sensitivitas dan spesifitas. Dewi mengatakan jika alat tersebut memiliki sistem pendukung terpadu untuk pasien TBC, seperti adanya pengingat otomatis untuk pengobatan dan kapan waktu untuk berobat, portal informasi dan forum konsultasi.

Inovasi Tim Garuda 45 tersebut patut diacungi jempol, karena memiliki cerminan Indonesia Mandiri yang memiliki integritas serta etos kerja yang tinggi.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menghimbau agar mereka dapat segera meng-hak paten-kan temuan alat tersebut. "ini sangat bagus, dan saya yakin akan sangat bermanfaat sebagai alat kesehatan, karena itu harus segera dipatenkan," kata risma. [Is]

Sumber: Kompas.com



0
0
27
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan