Kabar dari Kami

Jaga dan Lestarikan Kekayaan Budaya Bangsa, Kemenko PMK Ajukan Kelintang Kayu sebagai Warisan Budaya ke UNESCO

09 Dec 2016

Jakarta – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Seskemenko PMK), Y.B Satya Sananugraha mewakili Menko PMK Puan Maharani menghadiri acara Gala Dinner dan Preview Show Konser Kolintang dan Peragaan Busana Indonesia di The Dharmawangsa Hotel, Kebayoran Baru, Jakarta beberapa waktu lalu.
 
Adapun tujuan acara tersebut untuk mempreview konser kolintang yang akan diselenggarakan oleh Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia di Sydney Opera House, Sydney, Australia, pada 9 November 2016 mendatang. 
 
Dalam acara itu, turut hadir istri mendiang Presiden keempat Indonesia Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid; Perwakilan Kemdikbud; Perwakilan Kemenhan; Ketua Pembina dan Ketua Umum PINKAN Indonesia; serta para undangan.
 
Pasalnya, kolintang kayu merupakan jenis musik nusantara yang lahir dari Provinsi Sulawesi Utara. Hal ini, patut kita jaga dan dilestarikan. “Kolintang kayu adalah musik Indonesia yang tumbuh dan berkembang di Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Oleh karena itu, musik kolintang kayu adalah salah satu kekayaan budaya bangsa yang harus tetap dijaga dan dilestarikan agar tidak tergeser dan tergerus oleh perkembangan zaman,” kata Satya Sananugraha.
 
Seperti diketahui, musik kolintang kayu telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 16 Desember 2013.
 
Selain itu, Pemerintah Daerah bersama PINKAN Indonesia telah mengajukan musik kolintang kayu sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO melalui Kemenko PMK dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
 
"Pemerintah melalui Kemenko PMK  akan mendukung sepenuhnya atas langkah dan upaya Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara dan PINKAN Indonesia dalam pengajuan musik kolintang kayu sebagai warisan budaya takbenda ke Unesco," ungkap Seskemenko PMK.
 
Di akhir sambutannya, Satya Sananugraha berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta pihak-pihak lain yang terkait, dapat mendukung sepenuhnya dalam pengajuan musik ini ke Unesco.
 
"Sukses musik kolintang kayu Indonesia dan semoga ini dapat menghadirkan berbagai alternatif baru dengan membuka ruang kreativitas yang begitu merdeka bagi para insan musik untuk memperkaya khasanah Industri Musik Kolintang Kayu Indonesia" tutup Seskemenko PMK. (jam)