Teknologi Informasi Untuk Mempermudah Pelayanan Masyarakan
  • 107
  • 2
  • 2
  • 0

Kecepatan perkembangan teknologi informasi dewasa ini sudah tidak bisa dibendung lagi. Manusia berlomba-lomba menciptakan perangkat keras dan perangkat lunak untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Dampak langsung dari pesatnya perkembangan teknologi yaitu kebutuhan tenaga kerja (manusia) semakin berkurang. Hal ini karena beberapa tahap pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh manusia sekarang sudah diganti oleh mesin. Hal ini begitu kelihatan perusahaan-perusahaan besar yang mengandalkan teknologi robotik. SDM yang masih terpakai adalah mereka yang memiliki skil mumpuni.

Hal ini terbalik dengan kondisi yang terjadi di pemerintahan. Meski diakui mulai semakin baiknya tata kelolah birokrasi apalagi dengan penerapan teknologi informasi dalam dunia birokrasi, akan tetapi perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat seolah tak mampuh menahan biaya perjalanan dinas sebuah instansi pemerintah. 

Beberapa contoh kecil yakni penyelenggaraan rapat. Jika undangan hanya sekedar mendengarkan pidato dari pimpinan sebuah lembaga kenapa tidak dilakukan saja lewat video conference? Bukankah itu bisa menghemat anggaran hingga miliaran rupiah dalam sekali pelaksanaan kegiatan? 

Belum lagi perjalanan-perjalanan dinas yang terlalu dipaksakan yang dibungkus dengan topik "Studi Banding, Kaji Banding dll" yang sebenarnya tidak terlalu mendesak untuk dilaksanakan. Kenapa studi banding tersebut tidak dilakukan dengan memanfaatkan peran teknologi saja? Memang ada kegiatan yang butuh untuk melihat langsung kelapangan, akan tetapi kalau hanya dilakukan satu dua hari saja apakah waktu tersebut cukup?

Saya sendiri memimpikan sebuah tata kelolah pemerintahan yang benar-benar menfaatkan teknologi untuk melayani masyarakat, dimana masyarakat bisa mengakses sebuah portal yang semua informasi yang dibutuhkan (kependudukan, pengurusan setifikat tanah, jamkesda dll) telah tersedia disitu sehingga jika masyarakat datang kekantor itu hanya untuk mengambil dokumen yang diperlukan bukan lagi seperti sekarang yang harus jauh-jauh ke ibu kota kabupaten untuk mengurus dokumen yang belum tentu juga akan selesai pada hari itu.

Jika masyarakat sakit dan butuh penanganan serius, tinggal memencet sebuah tombol (seperti panic button), maka petugas kesehatan yang berkompoten langsung menanggapi dan bergegas ke lokasi, semua dengan memanfaatkan teknologi. 

Mustahil kah hal itu? Tidak, hal tersebut tidaklah sulit untuk dilakukan, tinggal bagaimana kemauan dari para pengambil kebijakan untuk mewujudkan hal tersebut. Dan tidak salah jika pemerintah pusat membuat sebuah platform seperti itu, kemudian dibagikan secara gratis ke pemerintah daerah sehingga pemerintah daerah tidak perlu mengeluarkan dana yang terlalu banyak apalagi dengan kemapuan keuangan daerah yang terbatas sehingga revolusi mental yang menjadi program kerja dari pemerintah saat ini bisa terlaksana dengan dukungan teknologi

2 PENDUKUNG