Hak Cipta © 2015-2018 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
IDE PERUBAHAN
SiapaPeduli.id: Ubah Kotak Amal Menjadi Platform Galang Dana Berbasis Digital untuk Biaya Pasien Kurang Mampu

Cerita Dibalik Inovasi

"SiapaPeduli.id bermula dari sebuah cerita dari seorang dokter, inovator kesehatan, dan wirausahawan. Dialah dr. Gamal Albinsaid

Ketika saya magang di rumah sakit pemerintah, saya bertemu seorang anak yatim piatu yang mengalami patah tulang paha kiri, Awalun Nikma namanya. Anak yang juga memiliki penyakit kejang ini dirawat seorang ayah angkat yang merupakan tukang batu yang membuatnya tidak mampu membiayai pengobatan.

Malam itu saya memulai berfikir bagaimana saya bisa mengembangkan sebuah platform yang mampu membantu pasien-pasien yang kurang mampu ini mendapatkan biaya kesehatan?

Itulah yang motivasi saya mengembangkan siapapeduli.id. Melalui program ini kami ingin membantu masyakarakat yang sakit, kurang mampu, tidak punya asuransi kesehatan, dan membutuhkan biaya kesehatan." ungkap dr. Gamal Albinsaid

Pada bulan September 2016, jumlah penduduk miskin (orang dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 27,76 juta orang (10,70 persen), menurun sebesar 0,25 juta orang dibandingkan dengan kondisi pada bulan Maret 2016 yang berjumlah 28,01 juta orang (10.86 persen). Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada bulan Maret 2016 adalah 7,79 persen, turun menjadi 7,73 persen pada bulan September 2016. Persentase orang miskin di daerah pedesaan turun dari 14,11 persen pada bulan Maret 2016 menjadi 13,96 persen pada bulan September 2016.

 

Meskipun pada periode Maret 2016-September 2016 persentase kemiskinan menurun, namun jumlah penduduk miskin di perkotaan meningkat sebesar 0,15 juta orang (dari 10,34 juta pada bulan Maret 2016 sampai 10,49 juta orang pada bulan September 2016), sementara di daerah Daerah pedesaan turun sebesar 0,39 juta orang (dari 17,67 juta orang pada bulan Maret 2016 menjadi 17,28 juta orang pada bulan September 2016). (BPS, 2017).

 

Sementara itu, asuransi kesehatan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia belum mencakup semua kebutuhan pasien termasuk pasien miskin, karena tidak semua tindakan kesehatan termasuk dalam tindakan yang dilakukan oleh BPJS. Contoh, untuk operasi jantung, operasi transplantasi, dan lain-lain tidak termasuk dalam tindakan yang dibiayai oleh BPJS, akibatnya pasien yang tidak dapat menderita penyakit ini enggan untuk berobat karena tidak memiliki cukup biaya. Beberapa tindakan medis terkait operasi plastik misalnya,tidak ditanggung oleh BPJS. Selain itu, pasien yang direncanakan untuk operasi atau farmakoterapi dan terapi lainnya sering menunggu antrian tindakan selama berbulan-bulan. Tak jarang mereka akhirnya semakin memburuk dan bahkan meninggal karena tertundanya tindakan karena antrian panjang.

 

Sebuah cerita tentang salah satu pasien siap diberi nama Abi Laksono yang berusia 2 tahun namun harus dihadapkan dengan penyakit Parere Crouzon Syndrome, kelainan gen akibat penyatuan tengkorak terlalu cepat. Jadi kedua bola mata menonjol keluar, dan di mata kiri dek Abi mengeluarkan nanah sehingga kehilangan fungsi penglihatannya, kepala depan geladak Abi rusak sehingga menghasilkan benturan seberat bola dan di belakangnya. kepala tempat tidur Abi tidak memiliki cangkang.

 

Abi adalah anak ketiga dari tiga bersaudara yang ayahnya sekarang telah meninggal dunia. Sementara ibunya tidak bekerja, harus mengurus Abi yang membutuhkan lebih banyak perhatian. Orang tua Abi Laksono tidak memiliki cukup uang untuk membawanya ke dokter dan mendapat perawatan medis, dan tidak memiliki asuransi BPJS. Selama masa hidupnya, ayah Abi mencoba mencari pinjaman dan bantuan dari berbagai pihak sehingga Abi bisa dilakukan dan diperbaiki. Abi adalah salah satu pasien yang harus bisa mendapatkan pertolongan dan perhatian dari banyak orang di negeri ini jika banyak yang mengetahui kondisinya. Cerita ini bisa menjadi sesuatu yang memecah dinding celah antara orang miskin dan orang kaya.

 

Dengan melihat kondisi dek Abi yang menyedihkan, akan ada orang-orang yang akan menyisihkan sebagian dari kekayaan mereka untuk membantu perawatan Abi. SiapaPeduli.id nampaknya berada di tengah menurunnya kesadaran masyarakat untuk menghubungkan mereka yang membutuhkan pertolongan sehingga bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Pada awal kelahiran, platform ini telah membantu lebih dari 150 pasien dan mendistribusikan lebih dari setengah miliar rupiah dari 1900an donor. Melalui program ini kami ingin membantu orang yang sakit, kurang mampu, tidak memiliki asuransi kesehatan, dan membutuhkan perawatan kesehatan.

 

Apa itu SiapaPeduli.id?

Siapapeduli merupakan sebuah program sosial yang memiliki konsentrasi pada bidang penggalangan dana dan bantuan dana kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu dalam pembiayaan tindakan medis dan perawatan pasien.





Program Siapapeduli ini menggunakan sarana media sosial dan website dalam penyebaran informasi dan donasi dengan menggunakan metode crowdfunding (penggalangan dana secara online).

Ingin mengusulkan pasien? Klik link berikut ini https://siapapeduli.id/auth

 

Ingin berdonasi untuk mereka yang terbaring sakit dan mengalami kesulitan untuk memenuhi biaya pengubatan?


Klik link berikut ini https://siapapeduli.id/auth untuk Donasi Umum dan link berikut ini https://siapapeduli.id/home/chome/donasi_pasien untuk informasi seputar Donasi Pasien. Yuk, mari kita tingkatkan kepedulian kita untuk sesama. Dengan bergabung di SiapaPeduli.id, kamu telah berkontribusi dalam membantu memerdekakan hak-hak kesehatan untuk saudara-saudara di sekitarmu. Info lebih lanjut, kunjungi website kami di www.siapapeduli.id