Hak Cipta © 2015-2018 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
IDE PERUBAHAN
REVOLUSI MENTAL UNTUK RAKYAT

REVOLUSI MENTAL UNTUK RAKYAT

“Tidak ada bangsa yang berhasil melakukan transformasi besar tanpa dimulai cara pandang, perubahan mindset”(Pidato Presiden RI SBY 17 Agustus 2010)

 

Di manakah pendidikan mindset itu? Tidak ada. Proposal ini akan membuktikan banyak kebijakan yang salah dan fatal yang dilakukan pemerintah maupun rakyat akibat ketidak pahaman ilmu mindset berbasis mind power. Itulah sebabnya mengapa kita sulit bangkit dari kemiskinan, kebodohan, dekadensi moral, penyalahgunaan Narkoba, produktivitas rendah, pengangguran, intoleransi, dan terorisme yang sangat tinggi.  Jika pemerintah tidak segera mengambil sikap mengadopsi pelatihan yang kami usulkan untuk merevolusi mental birokrat sekaligus untuk rakyat ini, bangsa kita di ambang bahaya. Program Revolusi Mental untuk Rakyat yang dirancang oleh Alfateta (Akhlak, Moral, Budi Pekerti, dan Mindset) telah terlaksana sejak 2007.

 


Disusun oleh:

Bambang Prakuso, BSM

Pendiri, Pemimpin, dan Pelatih Utama Alfateta Indonesia

DIDUKUNG OLEH

AIMPA (Alfateta Indonesia Mind Power Academy),

Gerakan Revolusi Mental,

Gerakan Sejuta Motivator,

Gerakan Baca 1 Bulan 1 Buku,

Yayasan Tenar (Teraphy Narkoba),

Pasukan Monas (Penggerak Sukarelawan Motivator Nasional),

DPP JKPN (jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional).

 


ALFATETA INDONESIA

Jl. Kalibata Timur 1 No. 71 Jakarta Selatan  www.alfateta.com

Email: [email protected]

HP/WA 081380642200




1.    RESUME

Untuk mengatasi dekadensi moral bangsa, kemiskinan, kebodohan, yang semakin parah  di negara ini, jurus Revolusi Mental dipandang tepat. Namun sayang, jika program Revolusi Mental hanya untuk birokrat, sampai kapan pun kita tidak bisa membangun bangsa ini, karena pemerintah tidak melibatkan rakyat. Jika Revolusi Mental hanya untuk birokrat, percayalah pemerintah akan pusing sendiri menghadapi rakyat. Karena rakyat dijauhkan dari pendidikan karakter bangsa yang bersumber dari mindset.

Jangankan rakyat, kami pun yang sudah berkecimpung lebih 10 tahun dalam pendidikan Revolusi Mental untuk Rakyat, baru tahu setelah melakukan presentasi di Kementerian PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) pemerintah tidak memiliki pendidikan revolusi mental untuk rakyat. Bukan saja rakyat yang mempersalahkan pemerintah jika terjadi tindakan negatif dari rakyat, tetapi juga anggota DPR banyak yang menghubungkan sikap negatif rakyat akibat revolusi mental tidak berakhir. Bahkan anggota DPR pun berpikir selama ini Revolusi Mental untuk rakyat.

Jauh sebelum Jokowi meluncurkan program Revolusi Mental, sejak 10 tahun lalu Alfateta Indonesia telah melakukan pendidikan Revolusi Mental untuk rakyat dengan nama Change Mindset berbasis Mind Power. Sayang walau sudah 7 kali surat kami layangkan ke Presiden SBY (sejak 2009) dan beberapa menteri, dan 5 kali di masa Joko Widodo dan beberapa menteri, tapi Revolusi Mental untuk rakyat yang kami perjuangkan belum berhasil dilirik pemerintah. Padahal kepada Presiden Jokowi kami telah mengirimkan 400 halaman konsep Revolusi Mental untuk rakyat tersebut.

Akibat rendahnya pemahaman dan dukungan, pemerintah terhadap upaya kami membangun karakter bangsa, pemerintah bukan menjadi mitra kami di lapangan tapi justru menjadi lawan, bahkan kami berani mengatakan pemerintah tanpa disadari justru merusak mentalitas bangsa ini. Silakan disimak apa yang kami alami 10 tahun di lapangan.

Berkat perjuangan kami yang gigih dan tak mengenal menyerah menyurati mulai dari Presiden SBY sampai Jokowi, Alhamdulillah surat ke-5 yang kami ajukan ke Presiden Jokowi, akhirnya ditanggapi dengan  meminta kementerian PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) melayani permintaan kami untuk presentasi program Pelatihan Revolusi Mental untuk Rakyat. Dan kami telah melakukan presentasi di Kementerian PMK dengan balasan surat terlampir.

Dari surat tersebut, terlihat jelas, PMK tidak dapat berbuat apa-apa terhadap program Alfateta Revolusi Mental untuk Rakyat, kecuali meminta kami untuk menghubungi 5 kementerian yang mengurusi Revolusi Mental. Beberapa surat ke beberapa kementerian memang pernah direspon, seperti Kemendagri, Kemenpolhukam, dan Gubernur DKI. Namun sepertinya pemerintah tidak tahu bagaimana mengakomodasi pelatihan Revolusi Mental Rakyat yang kami gagas.

Kami berharap pemerintah menghentikan proses pembodohan dan perusakan mental masyarakat.  Kami siap membantu pemerintah untuk mengoreksi program Revolusi Mentalnya Birokrat dan menjadikannya Revolusi Mental untuk rakyat. Hanya satu niat kami, ingin membantu pemerintah menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan maju. Jika tidak kita mulai dari sekarang, kapan lagi. Haruskah generasi demi genarasi Revolusi Mental tidak kita mulai? Kalau tidak mulai dari kita, lalu apakah kita mengharapkan pejabat pemerintah di masa depan. Jika kita bisa melakukannya sekarang, mengapa kita berdiam diri. Caranya sudah kami buatkan. Persoalannya cuma mau atau tidak, bukan bisa atau tidak. Kami ingin membangunkan mentalitas pejabat agar bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa Indonesia, mulai dari sekarang. Kita pasti bisa jika kita tahu caranya. Kami telah menemukan caranya. Cina telah menemukan caranya. Karena itu Cina berani mendeklarasikan akan mengentaskan 40 juta masyarakatnya dari kemiskinan dalam waktu 3 tahun. Kita juga bisa kalau kita mau. Kami yakin bisa. Hanya dukungan dan kerjasama yang kami harapkan. Kami tidak berharap proyek pemerintah, program menciptakan sejuta motivator untuk membangkitkan semangat masyarakat yang sudah “mati” bisa kita bangungkan dalam waktu kurang dari 5 tahun. Program ini tetap bisa berjalan siapa pun presidennya.

Melalui proposal ini kami ingin menurunkan ego pemerintah bahwa mereka adalah pihak paling benar dan paling tahu. Dalam soal Revolusi Mental pemerintah perlu mengosongkan gelas pikirannya. Selama pemerintah merasa diri paling benar (gelas penuh) maka pemerintah maka niat baik pemerintah untuk menyelamatkan bangsa ini justru berbalik membuat bangsa ini menuju bencana.  Siapa pun pejabat yang berpikir “tidak bisa”, “mustahil”, “sulit”, “tidak mungkin” seharusnya malu pada bangsa ini. Karena mereka bisa hidup karena uang negara hasil pajak rakyat.

Benar yang dikatakan panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantio, Revolusi Mental kita belum menemukan bentuknya, belum pas. Kami menemukan bentuk itu. Silakan dipelajari. Kalau pemerintah masih punya iktikat baik atau memang serius mencari solusi menyelamatkan negara. Kami hanya rakyat. Kami tidak punya kuasa. Kami punya ide dan semangat.

 

2.    LATAR BELAKANG

Proposal ini kami buat dengan kesungguhan hati. Kami buat dengan pengalaman dan segala daya dan upaya kami. Proposal ini kami buat karena Kementerian PMK meminta kami untuk menghubungi semua kementerian yang terkait dengan Revolusi Mental, yakni: Kemendagri (Gerakan Indonesia Bersatu), Kemenpolhukam (untuk Indonesia Tertib), Kemen-PAN & RB (untuk Gerakan Indonesia Melayani), Kemenko Perekonomian (untuk Gerakan Indonesia Mandiri), Kemenko Maritim (untuk Indonesia bersih).

Wow, untuk aktivitas Revolusi Mental yang sebenarnya sederhana ini ditangani 5 kementerian dan diselenggarakan secara kaku dan tidak kreatif.  Kami sangat yakin, program Revolusi Mental untuk Rakyat yang kami ajukan akan mampu menjelaskan dan mengajarkan secara sederhana bagaimana birokrat dan rakyat bisa mengubah mentalitasnya dalam waktu cepat dan teruji.

Jika kita masih menggunakan cara-cara lama untuk merevolusi mental birokrat dan rakyat, kami yakin NEGARA KITA DIAMBANG BAHAYA.

Atas saran dari Kementerian PMK tersebut, kami berharap semoga program pelatihan REVOLUSI MENTAL untuk rakyat ini dapat diadopsi oleh ke-5 kementerian yang menangani Revolusi Mental. Dan kami menghimbau pemerintah untuk menjadikan 4 PILAR REVOLUSI MENTAL Alfateta dimanfaatkan untuk Revolusi Mental Birokrat dan rakyat.


3.    PROGRAM REVOLUSI MENTAL BIROKRAT

KEMENTERIAN PMK secara tegas mengatakan PROGRAM REVOLUSI MENTAL memang BUKAN UNTUK RAKYAT tapi untuk birokrat. Sayang sekali jika program Revolusi Mental hanya untuk birokrat. Ini keliru berat. Jika mentalitas masyarakat tidak diubah, siapa pun pemerintahnya akan pusing sendiri. Walau kecewa dengan program revolusi mental untuk birokrat tapi saya paham cara berpikir Presiden Jokowi. Ketika beliau kampanya menjadi Gubernur DKI Jakarta, kami pernah berkesempatan berdialog dengan beliau melalui skype Gramedia Solo, saat peluncuran bukunya. Saat itu kami diberi kesempatan bertanya. Kami mengambil kesempatan untuk usul. Kami menyarankan agar jika nanti pak Jokowi terpilih sebagai gubernur DKI, pendidikan mindset harus diutamakan. Jika tidak pemerintah akan pusing sendiri menghadapi rakyatnya.

Saat itu pak Jokowi mengatakan, “Benar character building itu penting, tapi yang lebih penting lagi adalah merubah pola pikir birokratnya.”  Ketika pak Jokowi kampanye menjadi presiden Revolusi Mental menjadi programnya. Sayangnya beliau tetap konsisten bahwa yang perlu diubah mindsetnya adalah para birokrat. Karena beliau bertahan untuk merevolusi mentalitas birokrat, kami tetap berpendapat revolusi mental perlu untuk rakyat. Jokowi menjalankan konsepnya Revolusi Mental untuk Birokrat, saya menjalankan konsep Revolusi Mental untuk rakyat. Saya terus mendesak Pak Jokowi sebagai presiden untuk juga memberikan pelatihan Revolusi Mental untuk rakyat.

Jika Jokowi mengatakan untuk program ini jangan menggunakan APBN, sejak lama pelatihan Revolusi Mental tidak menggunakan dana APBN, APBD atau dana negara. Rakyat sendirilah yang membiayai pelatihan revolusi mental untuk rakyat. Karena kualitas pelatihan kami jaga, maka pelatihan kami bahkan diikuti para guru PAUD dengan membayar Rp 75.000 pahadal gaji mereka cuma Rp 100.000 – Rp 300 ribu per bulan.  Karena dukungan pemerintah baik materil maupun moril tidak ada, maka pemerintah bukannya menjadi kawan atau mitra saat kami memberikan pelatihan untuk rakyat, tapi justru menjadi lawan atau seteru. Jika pemerintah mengandalkan uang untuk membayar peserta pelatihan, kami mengandalkan uang peserta untuk mengadakan pelatihan. Sikap pemerintah yang membayar peserta pelatihan sangat merusak mentalitas dan kemauan belajar masyarakat. Saat kita memasarkan pelatihan di daerah, mereka justru tanya “berapa uang transportnya?”

Jika Jokowi menjalankan program Revolusi Mental untuk para birokratnya di seluruh Indonesia dengan dana negara, kami menjalankan program Revolusi Mental untuk rakyat tanpa bantuan sepeser pun dari pemerintah. Bukti kami serius dan tidak main-main menjalankan Revolusi Mental untuk rakyat adalah kami telah menulis konsep Revolusi Mental Rakyat 400 halaman A4 dan telah melatih puluhan ribu orang dari Aceh sampai Papua dengan segala strata sejak tahun 2007. Andai saja pemerintah mau bekerja sama dan mau memberikan dorongan moril, kami yakin, kita mampu menurunkan dekadensi moral, kemiskinan, dan kebodohan bangsa ini.

Kami yakin jika pemerintahan Jokowi selesai, program Revolusi Mental Birokrat akan juga berhenti, tetapi program Revolusi Mental Rakyat yang kami ciptakan tetap berjalan siapa pun presidennya. Ini menunjukkan ketulusan kami berbuat baik untuk negara ini tanpa pamrih pada negara.

Kami telah membaca banyak literature tentang Revolusi Mental baik yang disusun oleh negara maupun yang ditulis oleh para penulis secara umum di toko buku. Nyaris semua konsp revolusi mental yang ditawarkan adalah revolusi mental berbasis ideologi, akhlak atau budi pekerti. Pemerintah tidak pernah menyadari bahwa ada revolusi mental yang kita abaikan dan berakibat fatal karena tidak pernah diketahui oleh pemerintah, yakni REVOLUSI MINDSET berbasis MIND POWER.


4.    indonesia dalam bahayaIBU PERTIWI SEDANG MENANGIS


        Pengangguran.  Lebih 7 juta lulusan sekolah menengah dan S1 menganggur. Lowongan kerja semakin sempit. Karena kondisi politik dan ekonomi, banyak perusahaan gulung tikar dan merelokasi usahanya ke daerah lain atau ke Cina dan negara lainnya yang lebih kondusif.

  Kemiskinan. Jika kita menggunakan standard BPS pengangguran kurang dari 30%, tapi jika kita gunakan standard Bank Dunia separuh penduduk Indonesia miskin. Bukan saja secara ekonomi, tapi juga pola pikirnya.

     Penyalahgunaan Narkoba. Jumlah korban yang tewas karena Narkoba 50 jiwa setiap hari.

       Kriminalitas. Dampak dari pengangguran dan kemiskinan yang tinggi otomatis meningkatkan angka kejahatan.

    Korupsi. Kita negara terkorup di Asia Fasifik. Sekalipun banyak terjadi OTT oleh KPK, korupsi tetap marak.

     Demografi.  Apa yang terjadi jika program KB tidak lagi menjadi prioritas dalam pembangunan. Ledakan demografi yang tidak dibarengi dengan upaya menciptakan manusia berkualitas akan membahayakan Indonesia di masa depan.

      Konsumerisme. Sebagai negara agraris dan maritim, kita masih mengimpor buah-buahan,sayuran, daging, kedelai, bahkan garam dari luar negeri. Produktivitas bangsa kita jauh di bawah negara maju di dunia. Bahkan dengan Singapura dan Malaysia saja kita jauh kalah.

    Upah Tinggi, produktivitas Rendah. Berdasarkan data pengupahan Asean, Indonesia negara yang tertinggi upah buruhnya, tapi rendah produktivitasnya.

     Malas Membaca dan Belajar. Hasil penelitian UNESCO dan BPS menunjukkan fakta kita negara termasuk paling malas baca di dunia, nomor 61 dari 63 negara yang di Survey. Jika Malaysia, Thailand, Filipina mampu membaca 5 buku setahun, kita 1 pun tidak. Jika minat baca buku rata-rata rakyat di negara Asean itu 50% ke atas, Indonesia 0,001%.

     Blok Mental dan negative thinking. Akibat rendahnya kemauan dan minat baca serta belajar, bangsa kita memiliki mental blok dan pola pikir negative yang sangat tinggi. Kita senang membikin dan membaca hoax yang isinya fitnah, prasangka, merendahkan orang lain, intoleransi, keinginan untuk makar, tidak percaya pemimpin dll.

    Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme. Para politisi tidak peduli dengan ancaman disintegrasi bangsa, akibat keinginan merebut kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Pemerintah dinilai lambat dan lemah terhadap anasir yang bisa membawa bangsa ini ke lembah kehancuran.


Apakah pejabat kita di kementerian berdiam diri atau tidak punya cara kreatif mengatasi masalah di atas? Yang kami lihat memang tidak ada upaya dan program sangat kaku dan tidak kreatif. Membuat program Revolusi Mental yang dibuat dan diperuntukkan bagi Birokrat cuma akan menghabiskan biaya tanpa manfaat yang besar untuk rakyat.

Budayawan (Alm) Mochtar Lubis dalam bukunya Manusia Indonesia bahwa bangsa Indonesia munafik, enggan bertanggung Jawab, feodal, percaya takhyul, watak lemah, boros, tidak suka bekerja keras, dengki, suka menggerutu, sok, plagiator, Di samping itu, manusia Indonesia, juga mempunyai sifat bisa kejam, bisa meledak, ngamuk, membunuh, membakar, khianat, menindas, memeras, menipu, mencuri, korupsi, tidak peduli dengan nasib orang lain, dan lain-lain. Semua ini fakta yang kita rasakan dan buktikan sekarang.

Selain pendapat Mochtar Lubis, Petualang  Swedia Cristian Skoda menggambarkan sikap buruk orang Indonesia adalah, Senang jadi pengikut, Penakut, Suka korupsi,  Pemalas,  Hidup hanya untuk hari ini,  Tidak punya perencanaan,  Sering telat,  Diam dalam rapat, Tidak rasional,  Tidak mematuhi peraturan,  Lambat,  Kurang disiplin,  Gunakan perasaan bukan logika.

Predikiat rakyat yang ramah, sopan, berbudi pekerti kini justru dimiliki negara Barat dan negara jiran kita sendiri.

Jika kondisi ini dibiarkan tanpa ada upaya membenahi mentalitas bangsa ini, maka Indonesia Dalam Bahaya! Kita dengan mudah meramalkan:

1.     Terjadinya chaos dan disintegrasi bangsa.

2.     Bangsa tertinggal dan  semakin terpuruk dalam segala bidang

3.     Kita akan dijajah dari jalur ekonomi

4.     Masuknya Narkoba ke pusat kekuasaan

5.     Keamanan yang semakin tidak terjamin

6.     Bangsa kita akan mudah diadu domba bangsa lain.

7.     Upaya berbagai pihak untuk mengganti ideologi negara

8. Terbuka kemungkinan perang saudara seperti negara Suriah atau Timur Tengah lainnya.

9.   Dekadensi moral masyarakat dan pejabat semakin tidak terkendali

0.  Intoleransi, radikalisme, dan terorisme akan tumbuh subur.


 

5.     REVOLUSI MENTAL UNTUK SIAPA?


Ide Jokowi tentang Revolusi Mental sebenarnya sangat baik dan benar. Namun sayang, konsep Revolusi Mental yang dibuat pada akhirnya biasa-biasa saja. Jika Revolusi Mental selain untuk birokrat juga untuk rakyat serta dikomandoi langsung oleh Presiden, kami yakin seharunya paling lambat 5 tahun setelah kepemimpinan beliau, kita bukan cuma bisa mengatasi masalah yang dihadapi bangsa di atas, tapi juga bisa sejajar dengan bangsa maju di dunia. Sayang program Revolusi Mental diejawantahkan secara formal dan tak menarik membuat Revolusi Mental cuma Jargon yang pasti akan hilang bersamaan dengan lengsernya presiden. Pejabat pemerintah hanya menggugurkan kewajiban saja.


Jika saja Revolusi Mental diselenggarakan seperti sekarang (tidak didasarkan pada perubahan mindset berbasis mind),  maka  kita kami percaya, kita perlu belasan atau puluhan tahun untuk bisa berubah. Seharusnya para pajabat yang menjalankan Revolusi Mental itu malu kepada rakyat sebab itu menunjukkan kreativitas bangsa ini sangat lemah, program Revolusi Mental  tak lebih baik dari ajaran P4 di zaman Presiden Soeharto.


Jika cina berani  mengumumkan akan menyelamatkan 40an juta rakyatnya dari kemiskinan dalam tempo 3 tahun saja dengan mengubah mentalitas rakyatnya, mengapa Indonesia tidak bisa?


Kami, Alfateta, hanyalah masyarakat biasa yang peduli pada nasib bangsa ini di masa depan. Kami melihat betapa kecil cita-cita dan cara berpikir pemerintah, sehingga kami melihat bangsa yang seharusnya bisa kita bangunkan menjadi negara besar dalam 3 tahun harus ditempuh dalam waktu belasan atau puluhan tahun.


Indonesia sebenarnya bisa mengubah pola pikir masyarakatnya, jika pemerintah mau mempelajari dan menyebarluaskan REVOLUSI MENTAL untuk rakyat yang kami ciptakan dan telah kami latihkan di seluruh Indonesia selama 10 tahun terakhir ini. Para pejabat birokrat harus mau membuka mata mereka demi mengubah nasib bangsa ini di masa depan agar sejajar dengan bangsa maju di seluruh dunia.


Impian yang kecil, cara biasa-biasa saja dalam mengubah mentalitas bangsa ini, akan menghasilkan hal yang biasa saja. Zaman sudah maju, kita berada bukan lagi zaman internet, tapi abad otak. Jika berpikir kecil dan tidak kreatif kita pertahankan, para pejabat negara berdosa kepada rakyat. Mereka memakan uang rakyat yang diambil dari pajak, tapi tidak berpikir besar. Jika pemerintah tidak bisa berpikir besar dan tidak bertindak besar, tidak ada salahnya mau menerima masukan dari rakyat. Negara organisasi besar yang sulit bergerak lincah, kami organisasi kecil yang lincah bergerak sehingga bisa lebih unggul dari pemikiran para cerdik cendikia negara.


Jika kita tidak mampu merevolusi mental masyarakat kita dengan cara yang luar biasa, percayalah sampai kapanpun negara kita akan terbelakang dalam segala hal. Kita tak akan bisa melepaskan diri dari kemiskinan, kebodohan, intoleransi, anarkhisme, konsumerisme, dekadensi moral, kejahatan, maraknya peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba, kenakalan remajam terorisme dan lain-lain.


Revolusi Mental Jokowi tercantum dalam Nawacita. Salah satunya adalah character Building. Revolusi Mental itu kemudian dirumuskan menjadi 3: Integritas, Etos Kerja, dan Gotong Royong. Mari kita tanya, bisakah ketiga rumusan Revolusi Mental itu mengubah birokrat atau masyarakat menjadi lebih baik?  Kami yakin tidak. Program ini tidak akan kekal. Jika presiden ganti, akan muncul gagasan lain tentang mengubah mentalitas bangsa. Jika pemerintah sependapat, kami mengajukan Revolusi Mental yang tidak biasa, yang kami yakin mampu mengubah mentalitas bangsa ini dengan cepat, tanpa bujukan, tanpa kekerasan.


 


6.   REVOLUSI MENTAL VERSI ALFATETA

Berdasarkan pengalaman dan analisis  kami selama memberikan pelatihan Change Your Mindset pada puluhan ribu orang di berbagai lapisan masyarakat di seluruh Indonesia. Kami merumuskan REVOLUSI MENTAL terdiri dari 4 Pilar, yakni:


  1. REVOLUSI AKHLAK. Revolusi AKHLAK adalah REVOLUSI MENTAL berbasis ajaran AGAMA (Akidah). Para pemuka agama merumuskan ajaran agama agar dapat dijadikan acuan untuk perubahan mental bangsa Indonesia.
  1. REVOLUSI MORAL. Revolusi MORAL adalah REVOLUSI MENTAL berbasis IDEOLOGI NEGARA (Pancasila). Para pemuka MANGGALA merumuskan penjabaran ideologI negara yang bisa digunakan oleh semua manusia Indonesia untuk perubahan mental bangsa.


  1. REVOLUSI BUDI PEKERTI. Revolusi BUDI PEKERTI adalah REVOLUSI MENTAL berbasis BUDAYA BANGSA. Para BUDAYAWAN mengkompilasi nilai BUDAYA luhur bangsa yang bisa digunakan oleh semua manusia Indonesia


  1. REVOLUSI MINDSET. Revolusi MINDSET adalah REVOLUSI MENTAL berbasis ajaran MIND POWER (Kekuatan Pikiran).  Bahwa manusia memiliki otak yang sangat luar biasa yang dapat digunakan untuk perubahan karakter dan memberdayakan manusia Indonesia. Para TRAINER, MOTIVATOR, COACH menyelenggarakan penulisan dan pelatihan di bidang perubahan mindset, pemberdayaan pikiran bangsa.


Dalam bagan di atas ada garis yang menghubungkan antar Revolusi Mental. Ini menunjukkan, bahwa seharusnya seorang pemuka agama tidak saja menguasai ajaran agama, tapi juga moral (Pancasila), Budi Pekerti (Budaya), dan Mindset (Mind). Jika kita membiarkan seorang pemuka agama tidak mengenal ketiganya maka yang muncul adalah intoleransi, terorisme, dan fanatisme yang berlebihan terhadap agama dan tidak peduli dengan unsur Revolusi Mental yang lain. Apa yang terjadi saat ini, ada sekolompok orang (dalam jumlah sangat besar) ingin mengubah ideologi negara atau mengubah Indonesia menjadi negeri khilafah, dapat barakibat Indonesia terseret ke perang saudara dan menjadikan Indonesia seperti Suriah atau negara-negara Arab lainnya. Kita semua tidak mau itu terjadi, tapi banyak orang yang nekat karena politik dan kebodohan.


Revolusi Mental ke-4, Revolusi Mindset berbasis Mind Power merupakan hal yang sangat penting namun di Indonesia tidak ada. Pelajaran agama bukan pelajaran mindset, pelajaran Pancasila bukan pelajaran mindset, budi pekerti bukan pelajaran mindset tapi pembentuk mindset. Mindset bersifat subyektif sedangkan moral, budi pekerti, dan akhlak bersifat obyektif.


Berdasarkan 4 Pilar dalam Revolusi Mental, maka Alfateta Indonesia membatasi diri untuk mengambil peran aktif di pilar ke 4 yakni mengajarkan Revolusi Mental berbasis Mindset dan Ilmu Mind Power. 



7.   MENGAPA MINDSET?

Mana yang benar… Sebuah Negara menjadi ADIDAYA, DISIPLIN, MAJU adalah karena:

1.        Ideologi Negaranya?

2.        Agamanya?

3.        Kebudayaannya?

4.        Mindsetnya?

 

Jawaban yang benar adalah karena  MINDSETNYA! Mindsetlah yang membuat sebuah negara bisa disiplin, makmur, maju, menjadi besar atau adi daya.

Apakah pendidikan agama bisa membuat negara menjadi adi daya? Tidak juga. Banyak negara yang mengedepankan agama justru kaya konflik. Apakah budaya yang tinggi juga dapat membuat negara menjadi besar?  Tidak juga. Yunani sebagai negara yang berbudaya tinggi malah bangkrut. Negara yang agamanya minoritas justru sukses. Jadi agama, ideologi, dan ajaran budaya bukan solusi untuk mengeluarkan bangsa ini dari krisis. Sebab ketiganya pernah kita lakukan dan gagal.

Mengapa demikian, karena AGAMA, PANCASILA, ATAU BUDI PEKERTI bukan PENDIDIKAN MINDSET, tapi PEMBENTUK MINDSET. 

Apa pembentuk mindset seseorang? Selain agama, budaya, ideologi, pembentuk mindset yang lain adalah orangtua, suku, pendidikan, keturunan, RAS, kondisi fisik dll.  Orang Padang dan Cina akan lebih pintar berdagang ketimbang ras atau suku lain. Benarkah demikian? Faktanya demikian. Namun harus kita yakini, itu bukan takdir, itu bukan bakat, tapi MINDSET.


Alexander Paulus mengatakan, 80% keberhasilan ditentukan oleh mindset”. Pola pikir menentukan jalan hidup dan nasib seseorang, sukses atau gagal, baik atau jahat, benar salah, miskin kaya, menang atau kalah. Kita tahu tentang ini, tapi masyarakat tidak tahu bagaimana harus mengubah mindset mereka. Pemerintah tidak pernah memberikan pelajaran bagaimana caranya. Mereka yang mau belajar yang berhasil melepaskan diri dari blok mentalnya, sementara yang lain tetap pada posisinya, miskin, jahat, atau kalah. Celakanya, mindset kalah, buruk, jahat, miskin ini justru dimiliki pula oleh para pejabat kita yang tidak suka belajar apalagi mengikuti trend ilmu pengetahuan perubahan mental saat ini.


Tidak ada yang bisa mengubah pola pikir seseorang kecuali dirinya sendiri, tidak ada cara yang paling mudah mempelajari cara mengubah pola pikir kecuali mempelajari otak atau pikiran manusia.  Inilah dasar mengapa Alfateta memfokuskan diri perubahan mental berbasis pikiran.


Definisi  mindset yang kami munculkan tidak ada di buku mana pun, bahkan tidak ada di Wikipedia.com. Definisi ini kami rumuskan setelah kami melatih hampir10 tahun mengajarkan pendidikan mindset berbasis mind power. Kami menyimpulkan, MINDSET adalah “Cara berpikir yang salah atau benar yang diyakini sebagai kebenaran”. (Bambang Prakuso, BSM).


Contoh mindset salah yang diyakini sebagai kebenaran, sehingga menjadi kebiasaan kemudian karakter adalah:

     Buang sampah sembarangan dianggap biasa. Bahkan kali pun dijadikan tempat sampah. Mindset ini muncul karena kesalahan program pemerintah. Tidak ada tindakan yang tegas terhadap pelaku pembuang sampah, ancaraman hukuman hanya sekadar ancaman. Masyarakat tidak saja membuang bungkus rokok di jalan, tapi membuang sampan sekarung di kali.

  Masyarakat menganggap demo, anarkhisme merupakan jalan keluar untuk menekan pemerintah. Mindset ini tercipta karena masyarakat melihat aparat gamang mengatasai  kerusuhan massa. Bahkan terkesan membiarkan aksi anarkhisme dan setelah perusakan baru menangkap pelakunya.


     Masyarakat semakin berani melawan aparat. Mindset ini muncul karena pemberitaan yang menyatakan HAM hanya untuk orang sipil.  Kebaikan apa pun yang dilakukan polisi akan mendapatkan apresisasi kecil dari masyarakat, sebaliknya tindakan aparat yang merugikan masyarakat akan dikecam secara luas. Ini akibat mindset masyarakat yang tidak percaya dengan aparat khususnya polisi. 


     Masyarakat berpendapat banyak anak banyak rezeki. Kini kepercayaan berpoligami, menikah di bawah umur, memiliki banyak anak menjadi kebanggaan. Efek di masa yang akan datang ledakan penduduk 10 atau 20 tahun lagi. Mindset ini muncul karena KB bukan lagi program prioritas pemerintah. Bahkan saat ini ada orang yang berpendidikan tinggi menganggap KB tidak perlu, karena yang rugi rakyat Indonesia. Etnis tertentu (Cina) akan mengalahkan jumlah penduduk Indonesia jika kita KB.


    Upaya mengubah ideologi negara dengan negara kilafah. Upaya ini terjadi karena rakyat melihat pemerintah lemah dalam menghidupkan kembali ajaran Pancasila. Kekosongan dan kelemahan ini dianggap ada peluang untuk mengubah ideologi negara. Jika pemahaman terhadap Pancasila, budaya, dan mindset tidak diperkenalkan, kita akan kesulitan menghadapi kekuatan sekelompok masyarakat yang ingin mengganti ideologi negara atas nama agama.

 

Di Mana Pendidikan Mindset?

Pendidikan Mindset adalah pendidikan yang mengajarkan tentang otak manusia dan cara kerjanya, serta bagaimana cara memberdayakannya. Di mana pelajaran mindset itu? Tidak ada. Itu sebabnya kita sulit sekali melihat dari sudut pandang orang lain (empati), dan itu sebabnya mengapa Jepang memiliki empati yang sangat tinggi.


“Tidak ada bangsa yang berhasil melakukan transformasi besar tanpa dimulai cara pandang, perubahan mindset” (Pidato Presiden RI SBY 17 Agustus 2010)


Semua orang khususnya para pejabat, mengakui pentingnya perubahan mindset, pemberdayaan pikiran, dan  revolusi mental. Namun, …. Dari zaman Bung Karno sampai Jokowi kita tak pernah merancang kurikulum pendidikan mindset yang bersumber dari  pemberdayaan kekuatan pikiran (mind power)  .  .


Akibatnya banyak orang yang tidak tahu cara berpikir di negara ini, termasuk para pejabatnya. Efeknya bukan saja terjadi Dekadensi Moral, tapi negara ini begitu sulitnya maju, sangat tidak mandiri, dan rakyatnya tidak juga sejahtera.


Beberapa Kebijakan Pemerintah Yang Mengabaikan Pola Pikir Justru Mengakibatkan bangsa ini pada semua lini menjadi malah menjadi tidak cerdas, tidak mandiri, tidak dapat memberikan kesejahteraan, dan jauh dari akhlak mulia.


Kebijakan pemerintah banyak yang salah tanpa disadari, memprogram pikiran masyarakat:

   Bermental/Bermindset Pengemis. Program BLT, dana bergulir, Balsem, dll, dari sisi motivasi dan mind power justru menciptakan mental pengemis. Membuat si miskin semakin miskin, dan kemalasan berpikir masyarakat.

  Bermental/Bermindset Sakit. Program BPJS, memunculkan mindset masyarakat yang sakit semakin sakit. Jumlah orang yang sakit justru tambah banyak. Pemerintah memanjakan masyarakat untuk sakit, sehingga tidak menghargai kesehatan. BPJS nyaris bangkrut karena pemerintah tidak mendorong masyarakat berasuransi, minat orang Indonesia masuk asuransi hanya 10%, Singapura 100%, Jepang 300%. Dengan demikian Singapura dan Jepang bisa mengalihkan biaya untuk kesehatan ke penambahan prasarana kesehatan. Di mana-mana asuransi untuk orang sehat. Hanya di Indonesia, asuransi untuk orang sakit.

   Bermental/Bermindset Jahat. Penjara adalah sekolah kejahatan. Penjara Indonesia menciptakan mindset ini. Terbukti Lapas menjadi sarang Narkoba. Penjara justru menghasilkan guru kejahatan baru. Fakta ketika kami melatih orang penjara, mereka mengatakan ingin berubah, tapi tidak tahu caranya.

    Bermental/Bermindset Kalah. Mengapa olahraga kita khususnya sepak bola kalah terus? Karena pola pelatihan olahraga di Indonesia mengandalkan pelatihan fisik, bukan otak atau pikirannya. Padahal para olahragawan dan atlet juara dunia memulai dari pelatihan terhadap pikirannya, bukan fisiknya. Itu sebanya keok terus di dunia international.

    Bermental Boros/Bermindset Konsumtif. Indonesia tidak pernah mengubah mindset bangsa ini untuk mencintai produk dalam negeri. Kampanye pemerintah agar masyarakat mencintai produk sendiri, justru menciptakan gila produk impor. 

   Bermental/Bermindset Bodoh. Sampai sekarang pemerintah membayar akomodasi dan transport peserta seminar yang diselenggarakan pemerintah. Ini telah menciptakan mindset ikut seminar di bayar bukan membayar. Ini mengakibatkan banyak masyarakat yang terus bodoh karena tidak menghargai ilmu. Seharusnya pemerintah membayar para trainer untuk melatih sebanyak mungkin masyarakat, bukan membayar peserta seminarnya. Kebijakan ini membuat pemerintah menjadi lawan kami di setiap daerah, bukannya mitra.


8.    KESALAHAN MINDSET

Walau bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, yang memiliki ribuan pulau dan suku bangsa, yang memiliki pahlawan besar, namun diakui atau tidak kita mengakui memiliki banyak kelemahan dibandingkan bangsa lain di dunia, bahkan negara tetangga.

1.     Perbandingan dengan negara Singapura. Singapura pada tahun 60an, ketika berpisah dari Malaysia, adalah negara yang 70% rakyatnya miskin, bahkan orang asing menyebutnya sebagai “limbah kemelaratan”. Tapi dalam waktu singkat Singapura menjadi bangsa yang besar, tertib, berdisiplin yang memiliki kekuatan ekonomi, budaya, dan militer. Padahal Singapura nyaris tidak memiliki SDA (Sumber Daya Alam). Tingkat kepemilikan asuransi rakyat Singapura 1:1. Artinya 100% masyarakat Singapura memiliki kesadaran asuransi. Pemerintahnya tidak menghabiskan uang untuk berobat rakyat, masyarakat berasuransi karena kesadarannya sendiri. Dengan demikin pemerintah Singapura bisa fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Tidak heran jika Income per kapita rakyatnya dan biaya hidup Singapura diakui sebagai yang tertinggi di dunia. Bandingkan dengan Indonesia yang tingkat kepemilikan asuransinya kurang dari 10% dari jumlah penduduknya, membuat bangsa ini menurut penelitian AC Nielsen yang dikuti majalah Swa 80% eksekutif mudanya terancam miskin. Kalau eksekutifnya sebagian besar miskin, bagaimana dengan buruh mereka? Jawabannya ancaman bagi masa depan Indonesia. Apa yang membuat Singapura unggul? Kuncinya ada di MINDSET pemerintah dan rakyatnya.


2.   Perbandingan dengan bangsa Korea/Jepang. Indonesia dan Korea merdeka hanya selisih 2 hari. Tapi Korea saat ini telah menjadi bangsa yang besar dan disegani, baik secara militer maupun ekonomi.  Korea yang dulu pernah dijajah Jepang membalas dengan kerja keras. Hasil kerja keras itu telah menumbuhkan prestasi di bidang teknologi, ekonomi, budaya dan militer yang menyaingi Jepang. Ini berbeda dengan mindset bangsa Indonesia yang mengutamakan emosi dan dendam (lihat sebab peristiwa Malari 1974).  Mindset menonjol orang Indonesia adalah cenderung menyalahkan orang lain daripada mengoreksi diri sendiri (Sarlito W. Sarwono, Tempo 15/8-2015).  Jepang, negara yang dalam perang dunia ke-2 luluh lantak karena Hirosima dan Nagasaki-nya dibom Atom Amerika dan membuat mereka menyerah kalah, dalam waktu singkat menjadi negara yang modern, salah satu dari negara maju di dunia yang bisa mengendalikan ekonomi dunia. Jika kesadaran berasuransi rakyat Singapura 100%, Jepang 300%, Malaysia 30%m Indonesia kurang dari 10%. Restorasi Meiji, merupakan revolusi mental yang dilakukan oleh pemerintah Jepang secara konsekuen. Kunci keberhasilan Jepang adalah perubahan mental mulai dari pimpinan sampai rakyat Jepang. Kelemahan Indonesia adalah pemerintah berjalan sendiri rakyat berjalan sendiri.


3.   Perbandingan dengan bangsa  Lainnya. Yang membuat sebuah bangsa besar adalah semangat nasionalisme bangsanya.  Jepang, Korea, Amerika, Inggris, Jerman, Tiongkok, Cina, dan negara besar lainnya sangat bangga pada negara dan pemimpinnya. Berbeda dengan bangsa Indonesia selain tidak bangga pada negaranya juga tidak bangga pada pemimpinnya. Akibat minimnya rasa nasionalisme, bangsa ini subur koruptor, terorisme, konsumerisme khususnya pada produk asing.  Kesalahan dalam kebijakan, merupakan bukti bahwa para pejabat tidak memiliki kecintaan pada bangsanya.


 Mindset Salah Mengakibatkan Kebijakan Salah


Banyak program pemerintah yang maksudnya baik, tidak bertantangan dengan Pancasila, agama maupun budi pekerti, namun karena tidak didasari pemahaman tentang ilmu MINDSET dan ILMU MIND POWER, kebijakan yang benar menjadi salah tanpa disadari. 


Banyak iklan negara, Jargon pemerintah, target, dan visi serta missi pemerintah yang keliru dan tanpa disadari justru memunculkan yang tidak diinginkan pemerintah. Salah satu contoh kecil, “Katakan Tidak pada Narkoba”. Sepintas iklan ini benar, sesuai dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tapi berdasarkan ilmu NLP (Neuro Linguistic Programming) jargon ini justru menciptakan perintah sebaliknya yang muncul justru gambar “narkobanya”. 

Bagi orang yang pernah belajar tentang mindset atau mind power pasti paham, kata “Tidak”, “Dilarang”, “Jangan” tidak muncul dalam pikiran. Yang muncul justru kata yang mengikutinya. Di negara maju  yang memahami mind power kata negatif sudah dihapuskan dan diusahakan diganti dengan kata positif. Di Indonesia, kata larangan begitu banyaknya, bahkan di sekolah. Spanduk ini tertulis “Anak saya tidak boleh miskin”. Spanduk ini justru mengeluarkan gambar “Miskin”. Akhirnya menjadi mindset. Tanpa sadar masyarakat terprogram malah menjadi miskin. Spanduk ini dibuat oleh negara. Ini menunjukkan para pejabat, staf ahli bahkan mengertinya tidak memahami ilmu mind power. Pengaruh kata dalam otak dan pikiran diajarkan secara detail dalam pelatihan Mind Power Alfateta Indonesia. 


Mari kita lihat kesalahan yang dilakukan pemerintah akibat ketidakmengertian ilmu mindset dan ilmu pikiran:


  Kementerian Daerah Tertinggal (yang terimajinasi adalah tertinggal).  Kementerian ini tidak akan pernah bisa mengentaskan daerah yang tertinggal karena mindset terfokus pada yang tidak diinginkan “Tertinggal”.


      KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Lembaga ini memunculkan gambaran korupsi secara terus menerus. Akibatnya korupsi bertambah banyak. Hampir semua anggota Partai Demokrat yang mengatakan Katakan TIDAK pada korupsi masuk bui semua karena korupsi. Demokrat tanpa disadari memprogram pikiran anggotanya seperti itu.


      Wong Cilik, adalah jargon-jargon  yang membuat pola pikir rakyat kita tidak bisa besar. Jargon “Indonesia Hebat” “ayo kerja” merupakan jargon tidak jelas, apa yang hebat?


      Impian Indonesia adalah adil dan makmur. Sampai kiamat pun impian ini tidak akan pernah tercapai karena tidak jelas dan tidak bisa digambarkan.


      Rumah sakit justru memunculkan visualisasi sakit. “seharusnya rumah sehat”.


      BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Nama lembaga ini memvisualkan jaminan sosial, tapi faktanya yang diberlakukan adalah semacam aturan asuransi (masa aktif kartu, pengcoveran hanya tertentu, denda atas keterlambatan membayar, dll).  Wajar jika terjadi pemahaman yang salah di masyarakat, bahkan MUI menganggapnya haram atau tidak sesuai syariah. 


       Para orangtua dan masyarakat juga banyak sekali melakukan program pikiran yang sala yang berakibat justru yang mereka tidak inginkan terjadi, masyarakat tidak ingin jadi miskin menjadi justru miskin, diminta menjauhi narkoba malah mendekati, diminta tidak merokok malah merokok.


 


Mindset bukan pelajaran tentang moral, akhklak dan budi pekerti. Mindset adalah Pelajaran tentang otak manusia, cara kerja, dan cara memberdayakannya.


Dengan melihat uraian di atas, kita akan melihat begitu banyak program pikiran yang tanpa disadari justru memprogram pikiran rakyat sebagaimana yang tidak diinginkan pemerintah dan rakyat.


Jika pemerintah paham ilmu brain power:


        Akibat tidak paham mind power BPJS rugi Rp 9 T. Ini tidak akan terjadi jika pelajaran mind power for healing diajarkan kepada masyarakat.


        Daripada membagi-bagikan uang transport utuk peserta seminar, sebaiknya pemerintah membayar sebanyak mungkin para pelatih/motivator untuk menyebarluaskan ilmu yang bermanfaat, menyediakan ruang atau aula-aula untuk kepada motivator/trainer untuk dipakai melatih dan memotivasi rakyat. Kemudian para pelatih ini bekerja atas nama pemerintah atau didukung oleh pemerintah.


        Sekolah seharusnya responsif terhadap ilmu-ilmu baru yang berkembang di dunia. Sementara di Thailand dan Singapura mewajibkan pelajarnya memahami mind mapping, di Indonesia bahkan gurunya pun tidak tahu. Hal ini sangat mungkin karena program pemerintah yang salah, guru tidak boleh memungut uang padahal untuk ilmu semacam itu pelajar harus mengeluarkan biaya ekstra.


        Dana BOS (Bantuan Operasi Sekolah), tidak disalurkan ke penambahan ilmu pengetahuan. Banyak kepala sekolah takut menggunakan dana BOS untuk menambah  pengetahuan pelajar. Akibatnya sekolah negeri sering tertinggal dengan sekolah swasta. Karena pelajar di swasta boleh saja mengeluarkan uang tambahan jika diperlukan agar siswa dapat mempelajari ilmu baru seperti mind power, mind mapping, super memory, cara raih nilai A, speed reading, dll.


        Sudah tahu bangsa ini minat bacanya terendah di dunia, tapi upaya masyarakat untuk mengajarkan ilmu membaca buku cepat dan Gerakan Baca 1 Bulan 1 Buku tidak didukung. Ingat, mundukung saja tidak mau. Apalagi membiayai. Semata-mata karena gerakan baca ini digagas oleh rakyat.


        dll


 


9.    INDUK ILMU MINDSET ADALAH MIND POWER

Ilmu pikiran Alfateta berbasis Mind Power. Apakah Mind Power itu? Ilmu yang mempelajari otak manusia dan cara kerjanya.

        Penting diketahui bahwa otak manusia sangat luar biasa. Terdapat 100 milyar neuron di dalam otak kita yang 1 neuron setara dengan 1 komputer tercanggih. Manusia umumnya baru menggunakan kurang dari 1% dari potensi pikirannya.

        Ilmu mind power telah membantu banyak orang sukses di seluruh dunia dalam berbagai bidang, pendidikan, penyembuhan, kesuksesan dan kekuatan supranatural pikiran.

        Jika ilmu ini diajarkan sejak dini, bangsa ini akan maju pesat. Fakta bahwa negara-negara yang menempatkan pemberdayaan pikiran di dunia akan maju. Salah satu contoh ketertinggalan bangsa Indonesia di bidang pemberdayaan pikiran sehingga bangsa lain jauh lebih maju adalah pemanfaatkan ilmu-ilmu pikiran untuk membuat bangsa ini cerdas.  


        Napoleon Hill (abad 20) telah mewawancarai 500 orang paling sukses di seluruh dunia. Dia menyimpulkan “Rahasia SUKSES adalah mereka berhasil memanfaatkan pikiran bawah sadarnya secara maksimal”. Bawah sadar adalah Inteligensia terbesar dalam otak manusia (Ralph Waldo Emerson).


        Kunci bangsa Indonesia untuk bisa mengubah mindset dan memberdayakan pikiran adalah segera mind power diajarkan. Begitu mindset berubah, secepat kilat cara hidup, nasib, dan masa depan kita pun akan berubah. .


    Perguruan tinggi di Barat mulai melirik ilmu pemberdayaan pikiran untuk memecahkan masalah yang selama ini dianggap sebagai supranatural. Terbukti bahwa kemampuan supranatural manusia adalah ilmiah 100%.


 

MENGAPA PEMERINTAH TIDAK MENGAJARKAN MIND POWER?

        Mind Power baru berkembang pesat tahun 1980an dan mulai meningkat pesat tahun 2000an. Jadi wajar jika banyak para pejabat yang berkuasa sekarang tidak memahami ilmu pikiran (mind power).

        Fakta banyak doktor dan profesor kita memahami ilmu pikiran, tapi tak mampu mempengaruhi kebijakan pendidikan dan pemerintah di bidang pemberdayaan pikiran.  Ini sama artinya permientah kurang peduli dan tidak kreatif serta tertinggal pengetahuannya sehingga tidak bisa membangkitkan potensi pikiran masyarakat.

        Pengajaran ilmu mind power (clear magic), tidak hanya bermanfaat untuk mengubah mindset, tetapi juga memberdayakan pikiran seperti untuk  pendidikan, penyembuhan, pencapaian sukses..


 Indonesia Harus Berubah Jika Tidak Ingin Punah

        Mereka yang mampu bertahan dan memenangkan masa depan, bukan mereka yang kuat atau pintar, tapi mereka yang mau berubah. (Charles Darwin)

        Tidak Ada yang bisa mengubah mindset seseorang kecuali dirinya sendiri. Tidak ada cara mengubah pola pikir kecuali mempelajari otak manusia, cara kerja pikiran dan bagaimana cara memberdayakannya.



 


 


10.   CATATAN PERJALANAN

Berikut ini adalah pengalaman kami di beberapa daerah di Indonesia yang membuktikan betapa pentingnya pelatihan mind power untuk mengatasi permasalahan bangsa. Kita lihat bagaimana pemerintah tidak bisa melakukan apa pun karena semata-mata tidak pernah mengetahui Ilmu Mindset dan Mind Power. Jika pemerintah mau bersama rakyat membangun negara ini dengan mengangkat ide, keahlian, kemampuan yang berkembang di masyarakat, sebenarnya kita bisa menjadi negara maju dengan cepat. Persoalannya bukan bisa atau tidak, tapi pemerintah mau atau tidak. Simak pengalaman kami di beberapa daerah ini.


PEMERINTAH MERUSAK MINAT BELAJAR MASYARAKAT.

Sintang, Jakarta, Papua

Event Organizer (EO) kami di Sintang Kalimantan Barat ditertawai Pemda saat akan mengadakan pelatihan Revolusi Mental. Di Sintang selama ini peserta pelatihan dibayar bukan membayar. Tapi EO kami tetap positive thinking, jika Waktu itu kami tetap bertekad menjual pelatihan kami di Sintang. Jika pemerintah mau membantu cukup membiayai transporatasi dan akomodasi pelatih. Pemda setuju. Pemda Sintang cukup kaget karena jumlah peserta pelatihan kami mencapai 150 orang.  Tapi ketika kami memberikan pelatihan gratis kepada staf Pemda, malah hadir beberapa orang saja. Karena mindset mereka sudah terbentuk, ikut pelatihan dibayar. Hal buruk semacam ini terjadi di semua kota di Indonesia, mereka berpikir jika ada pelatihan merekalah yang dibayar. Masyarakat Papua yang mau ikut pelatihan dibayar Pemda Rp 1 juta. Di Jakarta banyak orang yang pekerjaannya menghadiri seminar yang menyediakan uang transport dan uang saku. Jika kebiasaan ini diteruskan maka pemerintah tanpa sadar merusak mental masyarakat.



Saran kami:

Pemerintah harus segera menghentikan kebiasaan membayar peserta seminar. PNS yang ikut seminar adalah kewajiban tidak perlu dibayar. Maysarakat yang diajak ikut seminar atau pelatihan yang memiliki kesadaran belajar terlebih dahulu. Lebih baik menggunakan uang negara untuk memperbanyak pelatih daripada untuk dibagi-bagikan ke peserta. Kami dapat membantu pemerintah menciptakan banyak pelatih untuk memberikan pelatihan langsung kepada masyarakat.


Banjarnegara

Banjarnegara adalah salah satu kota dari 9 kota yang pernah menyelenggarakan untuk PAUD di wilayah Jawa Barat.  Jumlah peserta pelatihan rata-rata 100 orang. Berapa gaji seorang guru PAUD? Rp 100.000- Rp 300.000. Tapi karena pelatihan berkualitas, tiap guru PAUD bersedia membayar pelatihan kami Rp 75.000. Tidak ada bantuan materil maupun moril dari pemerintah, tapi pelatihan berjalan dengan baik.  Tapi apakah kami untung? Tidak, karena untuk menyewa Gedung milik sebuah Parpol kami harus membayar Rp 3,5 juta. Keuntungan habis. Kami rela membawa pulang hanya  Rp200.000. Tapi itu adalah fakta di negeri ini.


Saran:

Jika saja pemerintah menyatakan program Revolusi Mental untuk Rakyat didukung penuh oleh Pemerintah, dan semua Pemda mendukung, tentu pelatihan untuk guru PAUD akan jauh lebih banyak kami berikan. Pelatihan Alfateta bukan saja bisa memberikan solusi bagaimana cara mendidik anak Balita, tapi juga membuka wawasan para guru PAUD agar mereka juga bisa mengubah nasib diri mereka sendiri dan nasib bangsa ini.



REVOLUSI MENTAL DIGUNAKAN UNTUK MEMENANGKAN PEMILU.

Bandar Lampung

Banyak calon kepala daerah yang menolak kami tawarkan pelatihan digunakan sebagai sarana untuk menarik simpati massa. Kebanyakan calon peserta Pemilu pesimis warganya mau ikut pelatihan, mereka berpikir masyarakat desanya tidak tertarik ilmu pengetahuan. Faktanya  calon legislatif di Lampung yang menggunakan jasa kami untuk memberikan pelatihan pada pelajar kelas 3 SMA secara gratis dapat memenangkan Pemilu untuk calon legislatif. Dari fakta ini Alfateta memberikan jasa edu politik untuk kampanye Pileg, Pilgub, Pilwali, Pilkades dll.


Saran:

Setiap calon peserta Pemilu harus sudah menyadari bahwa mengubah mentalitas masyarakat melalui pelatihan adalah penting. Peserta Pemilu harus menyadari zaman sudah berubah, masyarakat kini banyak yang mulai sadar pentingnya ilmu pengetahuan. Kampanye dengan memberikan pelatihan jauh lebih baik daripada memberi nasi bungkus, kaos, atau mendirikan baliho.

 

ANAK BEGAL HAUS MOTIVASI

Kota Bumi

Abung Timur adalah daerah yang terkenal banyak begalnya. Ketika kami memberikan pelatihan di daerah ini kami terpaksa harus diantarkan para pelajar dari Metro Lampung. Kami akui pendidik di sana kurang ramah dan curiga dengan orang asing. Kami melatih di sekolah di daerah ini atas permintaan seorang anggota DPR Pusat.  Namun fakta yang kami dapat para pelajar di sini sangat tertib menerima pelajaran, mereka sangat tekun bahkan selama 3 jam pelatihan tidak ada satupun yang keluar untuk ke WC. Bahkan mereka sangat antusias berfoto dengan para pelatih.


Saran:

Pemerintah kami desak untuk mengadakan pelatihan yang mampu memotivasi dan membangkitkan potensi masayarakat di dearah yang mungkin bermasalah. Pelatihan mindset bisa membantu perubahan mental masyarakat agar menjadi cerdas, mandiri, sejahtera dan berakhlak. Sesungguhnya masyarakat bukan tidak mau berubah dan mendukung pemerintah, tapi mereka tidak tahu caranya.


 

NARAPIDANA INGIN BERUBAH TIDAK TAHU CARANYA.

Bogor

Penjara adalah sekolah kejahatan, orang baik yang masuk penjara malah menjadi jahat, yang jahat bertambah jahat. Mengapa begitu? Karena mindset adalah pola pikir yang salah atau benar yang diyakini sebagai kebenaran. Banyak orang di penjara tahu salah, tapi tidak tahu bagaimana cara untuk berubah. Berubah bukan soal pikiran sadar, tapi bawah sadar. Ketiadaan ilmu mengatasi bawah sadar ini yang membuat penjara menjadi sekolah kejahatan. Saat kami melatih narapidana di LP Paledang, mereka sangat tertib. Yang luar biasa mereka mengatakan kepada kami setelah pelatihan, “Mereka ingin berubah, tapi tidak tahu caranya”. Lalu mereka minta puisi brain wash yang kami pegang untuk difotokopi dan mau ditempelkan di dinding sel mereka. Kemauan berubah ada, tapi pihak pengelola penjara tidak tahu bagaimana mengubah mindset seseorang berbasis mind power.


Kami ingin berubah tapi gak tahu caranya juga adalah pertanyaan yang diajukan beberapa siswa setelah mengikuti pelatihan. Sehari setelah pelatihan, beberapa siswa di Bengkalis mengirimkan SMS kepada kami, “Kami ingin hadu Power Ranger, mau berrubah, tapi kami tidak tahu caranya,” ujar pelajar SMP Bengkalis melalui SMS.


 

Saran:

Sekolah tidak memiliki pendidikan mindset. Kita berpikir pendidikan agama, Pancasila, atau Budi Pekerti adalah pendidikan mindset. Semua itu pembentuk mindset. Mindset adalah pelajaran tentang otak dan pikiran serta bagaimana cara memberdayakan pikiran. Kita tidak perlu pendidikan anti Narkoba, Anti Teroris, Anti Korupsi,  budi pekerti, tapi cukup satu pelajaran saja MINDSET berbasis MIND POWER. Ilmu Mindset menjelaskan logika mengapa kita harus melakukan atau tidak boleh melakukan sesuatu. Agama menganjurkan sedekah, tapi tidak mendampinginya dengan logika mengapa harus bersedekah, tidak boleh memutus silaturahmi. Tidak diberitahu logikanya. Pokoknya begitulah ajaran agama.

 


ILMU MIND POWER BISA MEMBANGKITKAN POTENSI MASYARAKAT.

Tapanuli Utara

Ketika kami memberi pelatihan Mind Power dan Revolusi Mental di Tapanuli Utara, kami melihat sikap pesimisme, apatis, dan ketidakpercayaan diri dari kepala desa. Bagaimana mungkin kepala desa bisa membangkitkan potensi rakyat di desanya jika mereka sendiri pesimis? Pelatihan Mind Power dan Revolusi Mental yang kami berikan telah menyadarkan mereka bahwa mengubah mindset orang lain bisa dilakukan siapa saja tanpa memandang pendidikannya. Karena dianggap mampu memberikan kesadaran bagi para kepala desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa mengundang Alfateta memberikan pelatihan juga kepada para istri camat dan Kepala Dinas se Tapanuli Utara. Ceramah agama, motivator kami umpamakan juice. Jika Anda butuh vitamin C maka akan diberikan juice mangga atau jeruk. Motivator memberi pelatihan sesuai kebutuhan. Jadi kita tidak bisa menyelesaikan banyak masalah dalam satu waktu, karena dibutuhkan begitu banyak juice atau pemecahan masalah. Ilmu mind power adalah seumpama blender, yang bisa menyiapkan berbagai macam juice atau menyelesaikan banyak masalah dengan menguasai cara kerja pikiran. 

 

Saran:

Untuk membangkitkan SDM dan potensi masyarakat di sebuah daerah, pemerintah harus sudah mulai memperkenalkan ilmu Mind Power untuk menyelesaikan berbagai masalah. Ilmu Mind Power memiliki banyak fungsi seperti membuka mindset masyarakat, mengatasi permasalahan desa seperti pengangguran, kesehatan, kebodohan, kemiskinan, kejahatan, dll. Ilmu mind power bersifat universal yang bisa diterima semua suku, agama, dan golongan. Dari pada mengundang motivator dari pemerintah yang umumnya kaku, atau motivator nasional yang umumnya memberi pelatihan parsial dan berseri, kami sarankan gunakan pelatihan Mind Power dengan sekali pelatihan masyarakat desa bisa menyelesaikan berbagai permasalahan.


 ILMU MIND POWER DITERIMA DI MANA PUN. 

Bandung

Kami  pernah diundang untuk preview menjelaskan program Alfateta kepada para pemuka masyarakat di Bandung, termasuk para pemuka agama. Sebelum pelatihan dimulai, panitia mengatakan agar menjaga ucapan apalagi berkaitan dengan agama, karena orang-orang yang berada di barisan depan adalah Islam ekstrem di bandung. Mereka yang dimaksud memang datang lebih awal berasal dari berbagai pesantren.  Karena selama ini tidak ada masalah dengan pelatihan mind power, saya menyampaikan apa adanya saja tentang ilmu mind power. Alhamduillah sampai selesai tidak ada masalah atau pertanyaan yang ekstrim. Malah saat selesai beberapa orang dari barisan depan menyalami dan memeluk saya, mereka mengatakan “Pelajaran ini harus masuk masjid pak,” ujar para pemimpin mereka.

Apa yang kami alami di Bandung kami alami juga di Kisaran Sumatra Utara. Jemaah dengan tekun menjelaskan ilmu mind power yang saya sampaikan setelah acara sholat tarawih dan ceramah. Bahkan beberapa orang minta agar kami datang kembali ke Kisaran untuk memperdalam penjelasan ilmu mind power untuk Jemaah masjid.


 Saran:

Pancasila mungkin ditolak diajarkan di masjid-mesjid, tapi masjid menerima ilmu mind power. Pelajaran mind power sangat penting diajarkan di masjid masjid dan pesantren. Mengapa? Karena dalam agama Islam jelas sekali disebutkan kata Afala Ta’qilun dan la’alakum tafakarun diucapkan lebih dari 50 kali. Di Al Quran juga terdapat 750 ayat kauniyah sedangkan ayat Fi1ih hanya 100 ayat. Ilmu mindset atau mind power (mikro kosmos) adalah penjelasan ilmiah terhadap hukum-hukum Tuhan (maha kosmis). Karena tidak tahu logika atas suatu ayat, seringkali kita hanya membaca tapi tidak memahami dan bis amelaksanakannya.


 MIND POWER HARUSNYA MASUK MESJID.

Depok

Seperti juga di Bandung, kami pernah diminta untuk memberikan pelatihan bagi warga Depok. Yang menarik di antara para peserta ada sekitar 15 orang Jemaah Tabliq, di Jakarta dikenal dengan Jemaah kebon jeruk. Tidak usah dijelaskan bagaiman penampilan mereka, tapi selama pelatihan Jemaah memotret slide pelatihan saya. Dan setelah pelatihan mereka mengatakan, pelatihan ini seharusnya masuk ke masjid. Mereka berniat mengundang saya ke komunitas mereka. Beberapa tahun lalu saya pernah diundang ke komunitas LDII, mereka menyatakan minatnya untuk mempelajari ilmu mind power, termasuk pesantren yang sulit dimasuki pembicara dari luar di Kediri. Namun kami berhasil memberikan pelatihan kepada komunitas pesantren tersebut walau di luar pesantren. Kami telah melatih ilmu mind power pada puluhan pesantren di seluruh Indonesia. Ternyata semua pesantren bisa menerimanya. Apalagi kami mengaitkan antara ilmu agama dan ilmu pikiran.


 Saran:

Ilmu mind power perlu diperkenalkan ke pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia agar tidak terjadi fanatisme berlebihan yang menganggap agama adalah segala-galanya, tidak perlu belajar Pancasila, budi pekerti, dan pikiran. Ini sangat berbahaya. Fakta banyak orang yang memahami secara kafah agama, tapi karena mindset yang salah mereka melakukan korupsi, penipuan, pelecehan seksual dll. Mengajarkan ilmu agama, budi pekerti, dan Pancasila kepada para teroris tidaklah tepat. Karena mereka merasa diri mereka paling benar. Tapi kami jami mereka tunduk pada ilmu mind power karena mereka melihat ada kebenaran universal dalam ilmu mind power.

Manusia Indonesia yang paripurna dan berkualitas adalah yang menguasai 4 pilar revolusi mental yakni akhlak, moral, budi pekerti dan mindset. ‘


 BRAIN MAP TERBUKTI MELEJITKAN PRESTASI SISWA.

Bengkalis Riau

Kami sudah kedua kali memberi pelatihan di Bengkalis Riau dalam selang hanya 6 bulan. Ada sekitar 200 anak yang hadir dalam pelatihan, jauh lebih banyak dari kedatangan kami yang pertama. Saat memberikan pelatihan kami bertanya apakah ada yang bisa membuat Brain Mapping?  3 anak menunjuk. Luar biasa di Bengkalis sudah ada yang belajar Brain mapping  rupanya. Kemudian mereka kami minta untuk ke depan untuk membuat brain mapping. Ya ternyata mereka bisa. Kemudian saya tanya darimana Anda belajar brain map? Mereka mengatakan  Alfatetalah yang mengajarkannya ketika 6 bulan lalu datang ke Bengkalis Riau. Gurunya mengatakan, sejak memahami brain map mereka menjadi juara kelas. “Makanya ada banyak orang kami bawah ikut pelatihan hari ini,” ujar gurunya.


Saran:

Mengingat pentingnya Pemerintah Singapura dan Thailand mewajibkan Brain Map atau Mind Mapping diajarkan di seluruh sekolah mulai dari SD sampai mahasiswa. Di Indonesia dengan alas an tidak ada dalam kurikulum ilmu ini tidak diajarkan. Sekalipun sekolah boleh mempelajarinya di luar kurikulum, tapi pelajaran SD dan SMA tidak didukung kemudahan di mind map kan. Saran kami pemerintah khususnya Diknas lebih fleksibel menerima ilmu-ilmu baru.



BRAIN WASH MENGHINDARKAN ANAK BUNUH AYAH

Tangerang

Sebelum pelatihan seorang anak menghampiri kami,  mengatakan mengapa selalu ada dorongan membunuh ayahnya. Bagaimana cara menghilangkannya. Kami mengatakan  ikuti pelatihan kami, mungkin anda menemukan Golden moment. Ia ikut pelatihan. Sebulan kemudian dia telepon kami mengatakan bahwa dia telah berubah, dan taka da lagi bisikan agar ia membunuh ayahnya.  Dia kini justru mengasihi orang tuanya dan menjadi ketua organisasi pemuda di daerahnya Banten.  Alfateta hanya menjelaskan tentang cara kerja otak. Otak kita seperti computer. Kalau salah tekan tombol akan memberi hasil tidak seperti yang kita inginkan. Karena menjelaskan cara kerja otak manusia, maka pelatihan Alfateta seringkali memberikan efek  1,  5, 10, atau 20 tahun kemudian.

 

Saran:

Pelatihan mind power bisa menghindarkan seseorang dari perbuatan criminal atau jahat. Teroris adalah orang yang tidak pernah merasa dirinya salah. Secara mindset dia merasa paling benar. Karena itu seorang teroris tidak bisa disadarkan dari terorisme jika yang diajarkan kepadanya adalah agama. Dia hanya bisa diubah dengan menggunakan ilmu mindset berbasis mind power.


 PELATIHAN INI COCOK UNTUK KARYAWAN BARU.

Batubara, Sumut.

Ketika kami memberikan pelatihan Pensiun Siapa Takut di Inalum, Batubara, Sumatra Utara, para pensiuan yang belajar Mindset dan Mind Power mengatakan pelatihan ini sangat cocok jika juga diberikan kepada karyawan yang baru bergabung di Inalum, karena mengajarkan bagaimana merka bisa memberdayakan pikirannya selama bekerja. Kami memang sudah lebih dari 30 kali  memberikan pelatihan bagi para calon pensiunan di Inalum. Jika pelatihan semacam ini diajarkan kepada para buruh, perusahaan tidak akan mengalami permasalah perselisihan hubungan industrial, dan pekerja bisa menjadi berkualitas.


 Saran:

Pemogokan buruh yang disertai anarkhisme telah membuat banyak perusahaan menjadi tidak nyaman. Sebagian karena upah relatif tinggi merelokasi perusahaannya ke daerah luar Jabodetabek. Sebagian lagi pindah ke Cina karena upah buruh lebih murah, dan dukungan pemerintahnya lebih nyata.

 


BAHKAN TENAGA MEDIS SEMBUH KARENA MIND POWER.

Tanjung Pinang

Saat kami melatih tenaga medis dan para medis di asrama Haji Tanjung Pinang, seorang peserta yang terakhir pulang mendatangi kami. Katanya suaminya telepon dan menangis terus, katanya dia ingin meninggal karena sakit tak terhankan. Si istri berpikir suaminya tidak sakit, kecuali pikirannya. Lalu istrinya memohon agar kami jangan kembali dulu ke Batam. Minta bantuan agar suaminya dibantu disembuhkan. Sekalipun kami mengatakan kami bukan tenaga medis akhirnya kami penuhi. Kami memang melihat sang suami untuk shalat pun berdiri sambil pegangan dinding. Setelah shalat kami tanya dia sakit apa. Dia mengatakan sakit jantung. Lalu kami meminta dia untuk melakukan meditasi dan afirmasi. Lalu kami tanya lagi, apakah dia yakin sakit jantung. Dia mengatakan tidak. Dia kini yakin bahwa dia salah menerapkan “ilmu” atau mungkin dia disantet orang. Kami minta ia melakukan meditasi dan afirmasi lagi. Tak lama kemudian dia berdiri dan bisa berjalan. Karena sudah malam kami tidak bisa pulang ke Batam. Mereka berikan kami hotel. Saat di hotel kami berikan suaminya buku Mind Power. Seminggu kemudian ia mengatakan dia sudah sembuh total setelah ia tahu cara kerja pikiran.


 Saran:

Kasus di atas menunjukkan betapa banyak masyarakat yang sebenarnya bukan sakit fisik, tapi sakit pikiran. Dokter seringkali tidak bisa menyembuhkan seseorang seperti yang kami lakukan, karena itu setiap penyakit dicurigai sebagai penyakit fisik yang harus disembuhkan dengan medis. Akhirnya banyak penyakit yang seharusnya hanya penyakit pikiran yang lari ke fisik disembuhkan dengan cara medis yang sering mahal dan lama. BPJS seharusnya tidak mengalami kerugian besar, jika pelatihan mind power for healing diberikan sebanyak mungkin kepada masyarakat. Sesungguhnya masyarakat bisa mencegah dan menyembuhkan penyakit dirinya sendiri. Tanpa ada dukungan dari Kemenkes terhadap self healing atau usaha kesehatan masyarakat, maka pemerintah akan pusing sendiri. Negara terancam bangkrut karena sedikit sedikit masyarakat pergi ke RS untuk penyakit apa pun.


PENYEMBUHAN DENGAN EFT MENGURANI PENGUNAAN BPJS.

Medan dan Bima

Saat kami pelatihan di Medan ada seorang yang mengaku tidak bisa makan ikan selama 49 tahun. Usianya saat itu 58 tahun. Dia ingin sekali makan ikan, tapi selalu muntah. Dia mengatakan apakah mind power bisa mengembalikan dirinya bisa makan ikan? Lalu kami sanggupi. Kami coba. Kami ke Kampung Keling di Medan. Setelah melakukan self healing melalui EFT, ia makan ikan sangat lahap. Bisahkan dunia medis melakukan ini? Tidak. Di Bima kasusnya sama. Seseorang tidak bisa makan daging. Jika makan daging tengkuknya mengeras. Lalu karena ia ingin makan daging kami lakukan self healing. Dalam waktu kurang dari 5 menit ia makan daging dengan lahap. EFT juga bisa menghilangkan kecanduan rokok atau penyakit lainnya.


Saran:

Dulu ilmu hypnosis dan ilmu akupunktur dianggap sebagai ilmu timur, ghaib, dan belum dianggap ilmiah oleh dunia medis. Faktanya kini hypnosis dan akupunktur dipakai dalam dunia kedokteran modern. Begitupun self healing seperti mind power, NLP, NAC, Hypnoteraphy EFT dll. Belum diadopsi oleh pemerintah Indonesia. Seharusnya pemerintah segera membuka diri, bukan saja menggunakan ilmu ini dalam penyembuhan tapi mengajarkannya kepada masyarakat. Kami menjamin jika pemerintah terbuka dan mau mengikuti saran kami, BPJS tidak rugi sampai 9 Triliun. Tapi jika kita tidak peduli dan menanggap ini ilmu isapan jempol, bersiaplah BPJS bukan Cuma rugi 9 T tapi akan membangkrutkan negara ini.


ANAK SD INGIN IKUT PELATIHAN BERKALI-KALI.

Batam

Ketika kami memberikan preview pelatihan mind power, ada seorang anak  bersama orangtuanya ikut. Setelah selesai, si anak minta ikut sesi 2 yang sebenarnya sama yakni preview. Mengapa anak ini ingin melihat lagi, karena slide Alfateta tiap menit penuh dengan gambar dan film. Bahkan anak-anak pun tidak bosan melihat pelatihan kami.


Saran:

Kami sering menjadi naras umber yang disandingkan dengan pembicara dari pemerintah. Slide para pejabat tersebut sungguh sangat membosankan, penuh dengan tulisan dan membikin peserta ngantuk, bete dan pengen keluar ruangan. Saran kami, jika pemerintah ingin pelatihan atau seminarnya diikuti orang, maka mereka harus mengundang para motivator yang dapat menguasai materi dengan baik, mampu menggunakan multi media yang tidak membuat peserta bosan. Bayangkan apa yang terjadi jika semua materi kaku. Tentu seminar yang diselenggarakan pemerintah hanya buang uang dan waktu.


 MENJADI SISWA TERBAIK SETELAH IKUT PELATIHAN ALFATETA.

Bekasi

Kami pernah diundang pelatihan di sebuah SD di Bekasi. Ibu yang mengundang kami berbicara di sekolah itu menceritakan, beberapa tahun lalu anaknya ikut pelatihan Alfateta. Setelah pulang dari pelatihan si anak melihat ibunya sedang nonton edutainment di TV. Si anak serta merta memarahi anaknya. Kemudian anaknya cerita bahwa acara edutainment akan merusak mindset. Dia menjelaskan apa yang kami jelaskan kepada ibunya. Tapi ibunya tidak mengerti. Lalu ibunya menelepon kami. Teori yang kami jelaskan rupanya dapat dipahami. Karena ibunya paham, akhirnya anak dan ibu tidak lagi nonton TV untuk acara chek n rechek, betis, silet, termehek-mehek dll. Ibu itu pun menjadi EO Alfateta. Ketika anaknya di SMP dia dengan bangga mengundang kami dan bercerita bahwa setelah ia dan anaknya tidak lagi nonton acara yang merusak di TV, anaknya menjadi siswi terbaik dan mendapatkan tawaran 2 beasiwa ke Mesir atau Malaysia.


 Saran:

Pemerintah tidak bisa menyalahkan media massa atau stasiun televisi yang acaranya terbilang sangat negatif dan cenderung merusak mentalitas generasi mudah dan masyarakat. Hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah membentengi mindset atau pikiran khususnya para pelajar agar bisa menyikapi secara bijak acara semacam itu. Jika sebelum pelatihan para pelajar atau masyarakat membiarkan informasi buruk masuk ke pikiran bawah sadarnya melalui RAS (Reticulary Activation System), kini mereka bisa menghindarkannya. Sebagai mantan wartawan kami menyadari media memiliki efek domino (percontohan atau modelling), bahkan efek Unconscious collective. Ketika terjadi kasus bunuh diri, mutilasi, dll akan diikuti kejadian lainnya. Itu percontohan. Bagaimana dengan berita tabung gas meledak diikuti kejadian yang sama, kecelakaan pesawat diikuti peristiwa yang sama? Ini persoalan gelombang pikiran yang terkirim. Media massa dapat mengirimkan gelombang negatif yang mengakibatkan terjadi kasus yang sama di tempat lain.


PELATIHAN MIND POWER DAPAT MENCEGAH PEMOGAKAN DAN ANARKHISME.

Palembang

Pada saat kami bekerja di proyek pemasangan pipa gas PGN di daerah Sumsel, terjadi aksi penekanan oleh masyarakat setempat. Mereka minta dipekerjakan dan melakukan aksi gangguan terhadap proyek. Saat itu tekanan akan berubah menjadi aksi demo. Kami saran pada manajemen agar dilakukan pelatihan perubahan mindset kepada para pelajar di sekitar proyek. Awalnya manajemen menolak. Namun karena tekanan masyarakat semakin kuat bahkan disertai aksi demo. Manajemen setuju kami memberikan pelatihan. Sebelum pelatihan kami memberikan angket ke sekolah di sekitar proyek, apakah mereka mau pelatihan atau ceramah tentang AIDS, Narkoba atau Motivasi. Ternyata 100% minta motivasi. Kami memberikan motivasi di beberapa sekolah. Tekanan masyarakat dan demo berkurang.


 Saran:

Pelatihan revolusi mental seharusnya diajarkan di seluruh masyarakat Indonesia yang tidak terjangkau pelatihan motivasi. Pelatihan semacam ini dapat menumbuhkan kesadaran bukan saja mengubah nasib, tapi juga kesadaran berbangsa dan bernegara.


PELATIHAN MIND POWER BISA MENGATASI MASALAH KETENAGAKERJAAN.

Kediri.

Di daerah di Kediri dan kami yakin di daerah lainnya,  untuk menjadi security atau Satpam pun dibutuhkan uang masuk.  Ini bukan rahasia umum, di Medan, dan di berbagai kota untuk masuk kerja dipercaya harus ada relasi dan uang, termasuk di perusahaan swasta.  Untuk itulah EO Alfateta di Kediri menyelenggarakan pelatihan Rahasia Dapat Pekerjaan Yang Diinginkan. Dengan pelatihan ini  diharapkan peserta jika lulus SMA atau SMK tahu cara melamar kerja yang benar. Karena 90% surat lamaran yang masuk layak masuk tempat sampah. Jika kita tidak bisa melamar dengan benar, maka sangat mungkin lamaran yang masuk akan sia-sia. Bagaimana cara mengalahkan lama kerja yang pendidikannya lebih tinggi atau pengalaman lebih banyak, cara memenangkan wawancara kerja dll.


 Saran:

Untuk mengatasi pengangguran pemerintah perlu menggalakkan pelatihan Rahasia Meraih Pekerjaan yang diinginkan baik di sekolah formal maupun nonformal. Pelatihan ini bukan hanya bisa membuat lulusan sekolah menengah dan tinggi bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai tetapi juga dapat meningkatkan kualitas lulusan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.



SEKOLAH MENGANGGAP PELATIH ALFATETA TUKANG SIHIR.

Tarakan.

Alfateta pernah diundang ibu-ibu Pemda Tarakan.  Selama di sana kami preview dan melatih di beberapa tempat. Ketika kami preview di sebuah sekolah SMP terkenal di Tarakan kami diminta untuk mendemokan apakah anak mereka bisa pintar setelah ikut pelatihan Alfateta. Saat itu kami minta anak yang agak lemah dalam menghapal. Tanpa cara, anak itu hanya bisa menghapal 3 kata dari 10 kata yang kami berikan. Tapi ketika kami berikan caranya, ia bisa menghapal 10 kata. Apa kata guru mereka? Kami tukang sihir dan telah menghipnotis anak mereka.  Ini menunjukkan bahkan sekolah terkenal pun tidak tahu apalagi menerapkan ilmu mind power di sekolahnya.


Saran:

Pemerintah seharusnya cepat menyadari bahwa begitu banyak ilmu Teknik mendidik yang sudah maju. NLP, NAC, Hipnoteraphy, Mind Power adalah ilmu-ilmu yang menggantikan banyak guru dalam meningkatkan prestasi pelajar. Banyak guru yang menolak ilmu mind mapping, super memory, baca cepat, minid power, hypnotic student semata-mata karena di sekolah tidak ada kurikulumnya.


Kami pernah diminta untuk presentasi di depan 50 Kepala Sekolah SMA di Jakarta Barat tentang ilmu mindset dan mind power. Saat preview seorang kepala sekolah mengelu, ilmu apa yang kami ajarkan dan  bagaimana mungkin mindset anak didik mereka bisa diubah dalam waktu hanya 1 hari, sedangkan dia sudah 20 tahun menjadi kepala sekolah gak yakin bisa mengubah pola pikir muridnya.  Jawaban kami sederhana, “JIka bapak tidak yakin, bagaiman mungkin mindset anak bapak bisa diubah”. Ini sama dengan pertanyaan seorang mahasiswa STAIN Kediri. “Pak saya merasa pikiran saya lemot, sulit menangkap pelajaran, dll. Bagaimana cara menyembuhkannya?”  Jawaban kami sederhana, “Tidak bisa!” Karena Anda yakin pikiran Anda lemot. Kami katakana salah satu cara kerja pikiran. Salah satunya bekerja seperti Jin. Apa yang Anda minta itu yang dikabulkan. Anda mengatakan pikiran Anda lemot, berarti Anda meminta pikiran Anda lemot. Itulah sebabnya mengapa ilmu pikiran perlu Anda pelajari. Inilah kondisi yang terjadi di masyarakat kita, rakyat kita berpikir tidak bisa, tidak sanggup, tidak mungkin… maka itulah yang terjadi. Penyembuhannya sebenarnya sangat gampang. Pahamkan masyarakat akan cara kerja pikiran. Mereka bukan saja tidak mau berpikir negatif lagi, tapi tidak berani bahkan berpikir negatif.


 PENDAMPING DESA TAK TERBERDAYAKAN.

Bima dan Lombok Timur

Ketika kami memberikan pelatihan Membaca Cepat di  Bima NTB, kami berkesempatan melakukan pengenalan Alateta kepada para pendamping desa. Kami menawarkan para pendamping desa bersedia menjadi pelatih Alfateta. Kami ingin para pelajar di Lombok mengenal mind power, cara mengubah mindset, mengetahui Teknik meraih nilai A, Brain Map, dan Super Memory. Para pendamping desa sangat antusias. Karena ini bukan tugas dan tanggung jawab mereka maka kami minta syarat pemerintah pusat maupun daerah memberikan dukungan. Walau para pendamping desa akan memperjuangkan, namun karena sifat kebijakan pemerintah top down, apa yang kami harapkan tidak terjadi di Lombok. Andaikata pemerintah mendukung, maka kami akan membantu pemerintah. Namun sampai kami kembali ke Jakarta, tidaka da dukungan pemerintah pusat maupun daerah. Bagaimana mungkin daerah bisa maju? Hal yang sama terjadi di Lombok Timur, kami sempat mengajak Gerakan Masyarakat Cerdas dan Sehat untuk bergabung bersama kami jadi pelatih. Kami ingin pendamping desa mencari kesalahan aparat desa, mencari anak yang putus sekolah, membantu sekolah yang rusak, tapi terjun langsung ke masyrakt memberikan pelatihan bagi seluruh pelajar di desa. Para pelatih pendamping desa, Gerakan Masyarakt Cerdas dan Sehat, PKK, Karang Taruna di Lombok dan Bima dan seluruh Indonesia mengatakan kegiatan yang dilakukan pemerintah untuk mereka nyaris tidak banyak manfaat. Pendapat para pelatih desa, sebenarnya pelatihan Alfateta sangat bermanfaat bila saja pemerintah memberi dukungan. Pada saat kami di sana, dari kementerian desa propinsi dan pusat, sempat melihat namun seperti tak mampu berbuat banyak. Saat kami katakan biar kami yang presentasi ke kementerian Desa Tertinggal, mereka seperti tidak mau membantu, bahkan menunjukkan siapa yang harus kami hubungi di kementerian pusat. Semangat saat kami memberikan pelatihan di desa, tapi ketika di Jakarta melempem.

 Saran:

Daripada uang pemerintah dihambur2kan untuk membayar Pendamping Desa, Gerakan Masayrakat Cerdas dan Sehat, PKK dll, alangkah baiknya mereka juga dibebankan tanggung jawab untuk memberikan pelatihan revolusi mental untuk rakyat. Mereka juga diberikan kegiatan yang bermanfaat untuk membantu pelajar di desa-desa menjadi cerdas.

 

Selama 10 tahun kami melakukan pelatihan perubahan mindset masyarakat, banyak mendapatkan masukan yang sangat berharga. Sebagian dari pengalaman itu kami ungkapkan di atas, semoga dapat dipelajari dan saran kami dipertimbangkan.


11.    ALFATETA INDONESIA

   Alfateta adalah sebuah Lembaga yang bergerak di bidang pelatihan dan pemberdayaan sumber daya manusia berbasis MIND POWER (Kekuatan Pikiran). Alfateta berdiri tahun 2007, sebelumnnya bernama LEMJURI (Lembaga Jurnalistik Mandiri) berdiri tahun 1987 dengan aktivitas pelatihan jarak jauh di bidang jurnalistik.


   Visi dan Alfateta adalah INDONESIAN DREAM. Indonesian Dream adalah Cita-cita untuk menciptakan bangsa yang CERDAS, MANDIRI, SEJAHTERA, dan BERAKHLAK.  Indonesian Dream adalah sebuah impian yang teruji secara psikomagnetik. Impian ini harus dapat menjadi impian seluruh bangsa Indonesia. Jika semua bangsa Indonesia memegang impian ini maka dalam waktu singkat impian ini akan terwujud bagi bangsa Indonesia.


   Untuk mencapai visi dan missinya, Alfateta memiliki 4 Gerakan: 1. Alfateta Mind Power Academy, 2. Gerakan Revolusi Mental (Germental), 3. Gerakan Sejuta Motivator (Gersemot), 4. Gerakan Baca 1 Bulan 1 Buku (Gerbaku 1:1).


   Untuk melaksanakan mimpinya itu, Alfateta Indonesia, sejak 2007 telah memulai pelatihan perubahan mental dengan judul Change Your Mindset berbasis Brain Power. Pelatihan telah diikuti oleh belasan ribu orang dari seluruh Indonesia dari berbagai kalangan. Selama hampir 10 tahun kami memberikan pelatihan tersebut kami berkesimpulan, Dekadensi Moral terjadi bukan karena pendidikan agama yang kurang, pendidikan Pancasila yang mulai ditinggalkan atau budaya bangsa yang mulai dilupakan, tetapi karena MINDSET yang SALAH.


 


12.   TENTANG GERAKAN SEJUTA MOTIVATOR

 Cita-cita Indonesian Dream hanya bisa dicapai jika Alfateta mempu menciptakan 2 trainer di tiap kecamatan di Indonesia. Itu berarti Alfateta harus memiliki 1000 motivator atau trainer. 1000 trainer/motivator menurut kami masih belum cukup, diperlukan sejuta self motivator. Masalahnya kerusakan mentalitas bangsa kita sudah teramat parah. Sejuta motivator bisa menularkan motivasi kepada 250 juta rakyat Indonesia. Kalau Cuma 1.000 tidak. Karena itu kami menelurkan ide menciptakan GERAKAN SEJUTA MOTIVATOR.  dan tanpa adanya dukungan pemerintah membuat kami berpikir keras bagaimana caranya kami menciptakan sersejuta motivator di Indonesia.  Meminta bantuan pemerintah sudah kami lakukan, jangankan dana untuk proyek 1000 motivator, untuk minta dukungan saja pemerintah tidak mau.


Maka kami menggunakan teknologi dan jaringan. Ini adalah salah satu cara kami bisa menciptakan trainer di seluruh Indonesia dengan tetap para trainer mendapatkan income. Kami bukan pemerintah, tidak punya dana untuk merekrut dan menciptakan trainer sebanyak itu. Memanfaatkan Pendamping Desa dan Gerakan Masyarakat Cerdas dan Sehat saja tidak bisa (seperti pengalaman di Bima dan Lombok Timur).


Alfateta bekerjasama dengan Zimple Pay. Sebuah aplikasi PPOB yang bisa digunakan untuk member get member.  Alfateta menjual franchise pelatihan. Setiap pembeli franchise dapat menyelenggarakan pelatihan di daerah masing-masing tanpa harus melibatkan pembicara dari Alfateta pusat di Jakarta. Seluruh pelatihan dengan biaya murah bisa diselenggarakan di daerah masing-masing. Setiap pelajar, mahasiswa atau masyarakat yang ingin ikut di daerahnya masing-masing dapat ikut pelatihan dengan cara membayar via Zimple Pay. Setelah pembayaran Zimple paya akan membayar trainer, marketing dengan 10 level, dan Alfateta sendiri sebagai organisasi induk. Dengan cara ini maka Alfateta bisa menciptakan trainer untuk melatih masyarakat dengan swadana dan swadaya masyarakat. Masyarakat diajarkan untuk tidak tergantung dana pemerintah untuk belajar.


Tentu saja program ini akan sangat dahsyat jika pemerintah mau membantu secara moril, seperti mau membantu akomodasi penyelenggaraan pelatihan, membantu Alfateta memperbanyak pelatih di daerah masing-masing. Selanjutnya pemerintah hanya memberi dukungan moral, karena pelatih Alfateta dapat mencari sumber dana untuk menghidupi trainernya sendiri.


Alfateta mengajarkan masyarakat mandiri. Mereka harus menghargai ilmu sekecil apapun yang bermanfaat. Alfateta tidak mengkomersilkan ilmu. Contoh. Jika ilmu Mind Mapping di Jakarta dihargai Rp 400.000/3 jam, maka Alfateta Cuma menetapkan biaya sekitar Rp 50.000. Itu pun sebagian besar uang yang diperoleh dibagi ke 10 orang yang berjasa termasuk para trainer.


Cita-cita Indonesian Dream hanya bisa dicapai jika Alfateta mempu menciptakan 2 trainer di tiap kecamatan di Indonesia. Itu berarti Alfateta harus memiliki 1000 motivator atau trainer. 1000 trainer/motivator menurut kami masih belum cukup, diperlukan sejuta self motivator. Masalahnya kerusakan mentalitas


 

13.     TENTANG GERAKAN REVOLUSI MENTAL

 Ketika pemerintah tidak mampu untuk memberikan pelatihan Revolusi Mental untuk Rakyat, Alfateta mengambil alih. Kami tidak peduli bekerja sendirian. Kami bisa keliling Indonesia untuk memberikan Revolusi Mental untuk rakyat dari Aceh sampai Papua tanpa bantuan pemerintah, adalah karena kami merasa bertanggung jawab kepada bangsa kami. Jika kami mengemis dukungan moral kepada pemerintah, semata-mata kami ingin pemerintah juga mau bertanggung jawab untuk merevolusi mental bangsa ini bukan sekadar para birokrat.


Kami mengajarkan 4 Pilar Revolusi Mental Alfateta yakni akhlak, moral, budi pekerti, dan mindset. Kami sangat yakin kita bisa membuat pintar para pelajar kita dan para guru kita adalah dengan cara mengajarkan kepada mereka tentang mindset dan mind power. Kita bisa memperbaiki prestasi atlet kita dengan melatih pikiran mereka bukan otot mereka. Kita bisa membangkitkan dan memberdayakan masyarakat di desa dengan cara memperbaiki pola pikir dan mengajarkan ilmu pikiran kepada mereka. Kita bisa membangkitkan potensi masyarakat daerah, menekan angka radikalisme, intoleransi, dan terorisme dengan memahamkan ilmu pikiran. Terorisme tidak dapat disadarkan dengan ilmu agama, karena mereka merasa ilmu agama mereka lebih baik, tapi bisa disadarkan dengan mengajarkan ilmu pikiran. Kita tidak bisa mengubah bangsa kita dari konsumeris menjadi masyarakat produktif jika mereka tidak diajarkan ilmu mindset dan ilmu pikiran. Kita tidak akan bisa mengatasi masalah korupsi, penyalahgunaan narkoba, pengangguran, kemiskinan, kebodohan tanpa pendidikan mindset dan ilmu pemberdayaan pikiran. Hanya ilmu mindset dan ilmu pemberdayaan pikiran yang bisa melakukan perubahan radikal dan mudah untuk masyarakat kita. Karena itu Alfateta memandang perlu membuka GERMENTAL (Gerakan Revolusi Mental) untuk masyarakat. Minimal ada 1000 trainer/motivator Revolusi Mental untuk mengubah bangsa ini.


 14.     TENTANG GERAKAN BACA 1 BULAN 1 BUKU

 Pemerintah harusnya khawatir dengan kondisi minat baca bangsa Indonesia. Kita adalah negara paling malas baca di dunia. Menurut penelitian yang pernah dilakukan UNESCO dan BPS kita negara nomor 61 dari 63 negara paling malas membaca buku di dunia. Jumlah buku yang dibaca dan minat baca bangsa kita memprihatinkan. Jika Malaysia dan beberapa negara Asean minat dan kemampuan baca bukunya mencapai 50% ke atas, kita baru 0,001%. Jika beberapa negara Asean membaca 5 buku per tahun, Jepang 15 buku setahun, Eropa 23 buku setahun. Bangsa kita 1 pun tidak. Apakah pemerintah tidak bisa melakukan apa apa dengan kondisi ini? Tahu kenapa bangsa ini terbelakang di bandingkan negara maju bahkan Asean? Yak arena malas baca. Disisi lain kita merasa lebih pintar dari bangsa lain dan memiliki perangai emosional, suka marah, sama seperti ciri-ciri orang bodoh. Buta huruf sudah berubah kriterianya. Bukan lagi orang yang tidak bisa baca, tapi enggan membaca. Berarti tingkat “buta huruf” bangsa kita tinggi. Ini identik dengan kebodohan.


Karena sepertinya pemerintah tidak punya jalan keluar kecuali melakukan program literasi, maka kami mengambil alih peran pemerintah, mengajarkan Baca Sangat Cepat. Dengan pelatihan ini setiap orang bisa meningkatkan kecepatan membacanya 500 sampai 1000%. Masyarakat kita bukan hanya bisa membaca buku 1 bulan 1 tapi kalau mereka punya buku, bisa membaca 1 hari 1. Mengapa pemerintah tidak mampu mengatasi masalah ini. Karena seperti kami sampaikan di atas, ilmu mind power baru berkembang pesat tahun 200an. Beberapa pejabat mungkin banyak yang tahu, tapi tak mampu menerapkannya di masyarakat.



15.  TENTANG YAYASAN TENAR

Saat ini Alfateta bersama orang yang pernah tergabung dalam aktivitas BNN (Badan Narkotika Nasional) mendirikan Yayasan Tenar (Terapi Narkoba). Yayasan ini dibentuk atas keprihatinan Alfateta terhadap Darurat Narkoba di Indonesia yang jumlahnya telah mencapai 4 juta jiwa lebih. 50 di antaranya meninggal dunia setiap hari. Hanya 10% pengguna Narkoba yang mau direabilitasi. Mengingat jumlah pihak yang menyeludupkan Narkoba ke Indonesia semakin marak, dan pengguna Narkoba semakin banyak, maka Alfateta bersama rekan-rekan di luar Alfateta mendirikan Yayasan Tenar. Alfateta akan menguji cobakan pelatihan yang telah dimiliknya untuk mencoba membantu korban Narkoba dengan sasaran mereka dapat menjadi lebih baik daripada sebelum terkena Narkoba. Tawaran ini agar para korban Narkoba tertarik untuk mendapatkan terapi dari yayasan Tenar.


 16.  TENTANG JPKPN (JARINGAN PENDAMPINGAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN NASIONAL)

Adalah salah satu organisasi masyarakat yang memberi dukungan dan pengawasan terhadap kebijakan dan pembangunan nasional yang memiliki pengurus di semua propinsi dan kabupaten di Indonesia. Dalam Jaringan ini Bambang Prakuso dipercaya sebagai ketua Bidang  Pendidikan, Teknologi dan Bina Mental.


 17.  ROAD SHOW ALFATETA

        SEKOLAH. (SMP Negeri 2 Tulung Agung, Pelajar SMP Ciracas Jaktim, SMA Negeri Baturaja Sumsel , MAN Baturaja Sumsel, SMA Negeri Muara Enim Sumsel, SMA Negeri 6 Kediri, SMA 10 Bogor, SMA 74 Jakarta, SMAK 2 Surakarta, SMA 74 Jakarta,  Santri dan Ahwat Pesantren Musadadiyah Garut, dll), Santri dan Ahwat Bengkalis Riau, Guru dan ustadz Pesantren Raudhatul Hasanah Medan. SMP 4 (Imersi) Pemalang, SMA 1 Haurgelis, SMK Kediri, dll.

        PERGURUAN TINGGI. (IAIN Syarif Hidayatullah Ciputat, STIP Trisakti Jakarta Timur, Akademi Perawatan Kesehatan Sintang (Kalbar), Fakultas Kedokteran Univ Gajahmada Yogyakarta, IBII (Institut Bisnis dan Informatika Indonesia), STAIN Kediri, Universitas Jambi, IPB Bogor, IISIP Jakarta.

        INSTANSI SWASTA/INSTANSI PEMERINTAH. 250 anggota Polres Sintang, Raywhite East Kemang, Karyawan Purna Bakti Inalum (Indonesia Alumunium Sumut), Staf dan Front Linner PPIPTEK TMII, Bagian SDM Kementerian Pendidikan Nasional, Kemeninfo Jakarta, DCL (De Classic Life), V-Net Jakarta, DCL di Lombok, CV Anugerah Rezeki Jakarta, Purna Bhakti Inalum Medan, Bank Perkreditan Rakyat BKK Taman Pemalang , NCW Jakarta, BBC English Training Specialist, Prodigy dan Smart Prudential Jakarta, Pabrik tas Samruci Jakarta. Karyawan Purnabakti Bank Indonesia. Asuransi AXA, Anissa Tour & Travel Jakarta, Divisi Rehabilitasi BNN (Badan Narkotika Nasional) Jakarta, IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) Bukit Tinggi, Prudential Bali, Golden Grow International), Mitra Plus Consultant Medan, Ruai TV Pontianak, SCO Jakarta, Credit Union Pontianak, Biomagworld Jakarta, PT Sinas Sosro Jakarta, PT Bluescope Lysaght Jakarta. Kepala Desa 3 Kecamatan di Tapanuli Utara, Ibu-ibu PKK dan Istri Kepala Dinas se Tapanuli Utara, Sumut.

        YAYASAN: Yayasan Himmata Jakarta Utara, Yayasan Binetram Jakarta Pusat, Yasda Serang, Anak-anak jalanan Medan, Pemda Sintang, PKC Nahdhatul Ulama Kediri, Islamic Center Pondok Labu, Masyarakat Desa Cileley Kuningan (Jateng), Bimbel PDI Perjuangan, PAN (Partai Amanat Nasional), Kaukus Perempuan Politik Indonesia), Komunitas Anak Hebat Pimpinan Kak Beki, Fakir Miskin Bandar lampung, Al Azhar untuk Korban Bencana Alam Situ Gintung, Korban bencana Alam Gunung Merapi.

        GURU-GURU: (Guru-guru STM Cikini, Guru-guru di Sumut) (Medan, Tebing Tinggi, Asahan), di Riau (Batam, Tanjung Pinang), di Lampung (Metro, Rajabasa, Bandar Lampung), Jawa Barat (Ciamis, Banjar Negara, Garut, Kuningan, Cirebon), Yogyakarta (Klaten, Bantul, Wonosari), Jateng (Magelang, Puworejo, Boyolali, Cilacap, Solotigo, Kendal, Sragen), Jatim: Ponorogo, Gresik, Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lamongan, Pacitan, Tulung Agung, Blitar, Madiun, Nganjuk, Ngawi, Kediri), Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Medan Sumut, Sekolah Global Mandiri Cibubur, guru-guru PAUD se Tasik Malaya.


 18.   KOMENTAR (TESTIMONI)


Komentar berikut ini adalah sebagian kecil dari komentar yang masuk dari para peserta pelatihan Alfateta Indonesia sejak tahun 2007. Bisa dibayangkan jika tahun 2007 saja komentar cukup baik bagaimana dengan pelatihan Alfateta Indonesia saat ini. Karena setiap tahun bahkan setiap bulan, materi pelatihan Alfateta Indonesia terus diperbaharui.


      Luar biasa.... saya adalah seorang ahli Rukhyah... setelah mengikuti brain power saya lebih mudah mengusir setan. Kini saya membayangkan setan itu lucu seperti casper. Ternyata bentuk setan mengikuti cara berpikir kita. (Suparjo - Wirausaha - Galur, Jakarta)


      Sebelum mengikuti pelatihan ini saya selalu berpikir negatif, bahkan dalam pikiran saya selalu muncul bisikan "bunuh ayah saya". Setelah mempelajari SAR dalam Brain Power, kini pikiran itu tidak muncul lagi. Hebatnya sekarang saking positifnya saya, banyak teman yang mempercayakan saya sebagai pelatih. (Tubagus-anggota MLM, Ciputat Tangerang).


      Pelatihan ini akan mampu menciptakan anak-anak yang baik. Sukses buat saya sukses buat Pak Bambag. (Suparmi – Guru di Lamongan )


      Saya acungkan 2 jempol untuk pelatihan ini. sayang waktunya kurang panjang, Budi (Pegawai Kelurahan Batam).


      Oke banget!!! It’s very interesting and I like it. Saya memperoleh banyak pengetahuan tentang rahasia kekuatan pikiran dan keajaiban impian. (Suci Ramdana mahasiswa)


      Pelatihan ini sangat mengesankan. (Kholis Hudin mahasiswa)


      Sangat bagus dan bermanfaat. Merupakan hal baru dan meninggalkan pengaruh yang sangat besar. Terus diadakan tindak lanjut. (Fatimah Guru)


      Luar biasa!!! Mohon waktu lebih lama lagi. R. Rudi Adhi Sasongko (Karyawan BRI Sumbawa)


      Sangat bagus! Tambah waktunya lebih lama lagi. (Dr. Minanur Rahman dokter RSU Sumbawa)


      Pelatihan ini sangat baik untuk memotivasi orang-orang yang telah patah semangat dan dapat membangun jiwa nya untuk mewujudkan cita-citanya. (Mega Silviani – pelajar Jakarta)


      Sangat menarik! Saya ingin mengikutinya lagi. (Hariril Brimantya-pelajar)


      Sangat bagus dan menarik sekali. (Ning Andriani - dosen)


      Dahsyat, luar biasa. Alfateta sangat peduli dengan human resource. Cinruang (wirausahawan NTB)


      Cukup baik, buat lebih spektakuler (Jupri anggota DPRD NTB)


      Luar biasa! Pelatihan terbaik yang belum ada duanya. (M. Ikhwan Latief (Kediri)


      Menarik. Sangat berpengaruh terhadap perubahan pola pikir. (Basri pegawai swasta)


      Cukup menggugah semangat (Sukri Rahmat - Anggota KPU Sumbawa) Sangat bermakna dan saya yakin bisa mewujudkan impian. (Khairudin -PNS)


      Luar biasa. Ini pelatihan ke-2 yang saya ikuti. Setelah saya praktekkan kini ruko saya didatangi banyak calon agen. (Lana - agen asuransi Jakarta)


      Kini saya yakin impian mustahil pun bisa dicapai dengan kekuatan pikiran. (Indri Yuliani anak jalanan Jakarta)


 


19.PESERTA PELATIHAN


  1. Pejabat Pemerintah di tingkat pusat, propinsi, kabupaten dan kecamatan
  2. Organisasi Nirlaba seperti Kepemudaan, Sosial, Keagamaan, Profesi, Politik, dll.
  3. Aparat negara; TNI, Kepolisian, Polisi Pamong Praja, Satpam, Scuity, dll
  4. Perguruan Tinggi, akademi dan sekolah2 baik umum maupun khusus, pesantren, dll
  5. Buruh, staf, dan pimpinan perusahaan.
  6. Kaum marginal: Panti Asuhan, Lapas, Panti Sosial, anak jalanan, rumah singgah, dll
  7. Masyarakat Umum


 


20.METODE PELATIHAN


  1. Metode double brain power (mengaktifkan keduabelah otak)
  2. Mencatat dengan mind mapping
  3. Penggunaan music latar
  4. Penayangan film yang relevan dengan materi
  5. Permainan, game, quiz
  6. Senam otak kiri dan kanan
  7. Afirmatin dan incatation
  8. Penyusunan mapping


 


21.   JUDUL-JUDUL PELATIHAN



 


22.  PENUTUP


Mohon maaf proposal ini kami buat dengan penuh semangat sehingga kami harus berbicara agak keras mengoreksi kebijakan pemerintah yang menurut kami cukup banyak yang perlu dibenahi. Informasi di proposal akurat dan merupakan akumulasi dari pengalaman dana pa yang kami rasakan selama ini di lapangan. Kami berharap pemerintah dan semua pihak dapat action untuk membantu perubahan bangsa ini agar menjadi bangsa yang cerdas, mandiri, sejahtera dan berakhlak.


Proposal ini selain kami tujukan kepada kementerian PMK dan 5 Kementerian yang mengurusi Revolusi Mental, juga kami berikan kepada kementerian lain yang kami pikir juga penting menjalankan Revolusi Mental untuk Birokrat dan Rakyat.


Kami sangat berharap lembaga Anda dapat memahami proposal ini dan dapat berperan serta dalam membantu perubahahan mindset dan pemberdayaan pikiran minimal di lingkungan Anda sendiri lebih dulu. Kami siap melakukan presentasi terhadap program yang kami tawarkan ini. Info lengkap di  www.alfateta.com atau untuk informasi bisa hubungi Event Organizer kami di seluruh Indonesia.


Bambang Prakuso BSM adalah pendiri, pelatih utama, dan pemimpin Alfateta Indonesia. Beliau memprakarsai berdirinya AIMPA (Alfateta Indonesia Mind Power Academy), Gerakan Revolusi Mental, Gerakan Sejuta Motivator, Gerakan Baca 1 Bulan 1 Buku, Yayasan Tenar (Teraphy Narkoba), Pasukan Monas (Penggerak Sukarelawan Motivator Nasional), anggota DPP JKPN (jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional). Telah menulis 35 judul buku dan menyusun lebih dari 50 modul pelatihan Mind Power, Kewirausahaan, Motivasi, Creative Writing, dll. Telah melatih puluhan ribu orang dari Aceh sampai Papua ilmu Revolusi Mental, Psikotransmiter (ilmu komunikasi bawah sadar), Baca Sangat Cepat atau Super Speed Reading, Kewirausahaan, Penulisan Kreatif, Marketing, dll. Alamat kantor Jl. Kalibata Timur 1 No. 17 Jakarta Selatan. HP 081380642200. www.alfateta.com. [email protected]




 

0 PENDUKUNG
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan