Hak Cipta © 2015-2018 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
IDE PERUBAHAN
MENYALURKAN DAKWAH DENGAN MEDIA SOSIAL

Risih gak sih ketika ada teman kita yang melompat pagar kabur dari sekolah?

Atau merokok di tempat sembarangan?

Masalahnya bukan hanya ada pada mereka yang melakukan, melainkan masalahnya adalah ada pada kita yang merasakan.

Kok bisa?

Iya, karena kita yang melihat dan membiarkannya sudah termasuk dosa. Baik dan mulianya adalah ketika harus mengingatkan dan menasihatinya.


Nah, bagaimana cara menasihat mereka dengan baik, sopan, dan mengena?

Yaitu dengan MEMBUAT KONTEN EDUKATIF.

Ketika kita risih terhadap pengguna motor yang memakai trotoar sebagai jalan pintas, maka kita membuat foto bertemakan "TROTOAR HANYA UNTUK PEJALAN KAKI".

Ketika terdapat teman kita yang tengah mencontek, maka kita membuat video dampak mencontek dengan tema "MENCONTEK MEMBUNUHMU".

Dan permasalahan lainnya.

Buat konten, baik foto atau video, semenarik mungkin dan masukkan sedikit unsur komedi disitu, agar dapat memikat banyak orang dan mengena ke hati.


Kita harus memanfaatkan media sosial sebaik dan semaksimal mungkin. Ada Instagram, WhatsApp, Facebook, Twitter, Youtube, Line,  dll. Banyak cara untuk menyadarkan mereka. Cara ini terbukti ampuh bagi kalian pula yang merasa malu, sungkan, atau takut ketika ingin menasihati orang lain.

So, jangan lupa taburkan kebaikan untuk lingkunganmu ya...


Contoh Video Edukatif

Via Instagram : https://www.instagram.com/p/BeDD0dmHALk/


"GUNAKAN KETIKANMU UNTUK MASA DEPAMMU"

#AyoBerubah #RevolusiMental #JawaTimur #ApresiasiMedsos2017 #PelatihanJaTim2017

1 PENDUKUNG
Bagaimana Tanggapanmu ?
1 Tanggapan
Revolusi mental adalah bukan menyadarkan orang lain, tetapi diri sendiri sadar, ubah diri sendiri aja. Masalahnya bukan terletak pada orang lain, tetapi pada pikiran dan perasaan diri sendiri. Kalau kita berusaha menyadarkan orang lain itu penderitaan. Jangan berusaha membuat dunia ini 100% bagus, 100% Benar. karena Bagus dan Buruk,...BENAR dan SALAH itu komposisi yang sudah Tuhan ciptakan, Ttidak bisa dipisahkan hanya ada BENAR 100%. Kalau orang lain melakukann pelanggaran atau dosa, itu tanggung jawab mereka, bukan tanggung jawab kita. Sepertinya Anda harus menyertakan dalil sahih yang menyatakan kalau membiarkan orang lain melakukan tindakan dosa, kita ikut berdosa. Setiap orang itu bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing.